PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID -Bupati Pandeglang Irna Narulita memberikan kadedeuh kepada siswa SD Negeri Kadumerak 1, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang yang sukses meraih juara 1 tari tradisional dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD tingkat Nasional tahun 2022. Siswa SD Kadumerak 1 berhasil meraih juara 1 setelah bersaing dengan kurang lebih sebanyak 320 SD tingkat nasional.
Pemberian kadeudeuh itu diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Pandeglang Sutoto.
“Kadedeuh dari Bupati merupakan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi juara tingkat nasional diraih siswa SDN Kadumerak 1. Para siswa sudah mengharumkan nama daerah Kabupaten Pandeglang,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis (22/12).
Sutoto mengatakan, kalau siswa SDN Kadumerak 1, Kecamatan Karangtanjung sukses menyabet medali
emas cabang tari tradisional.
SDN Kadumerak 1 ini menampilkan film tari dengan mengusung tema Putra Adat. “Dengan lokasi syuting di Daerah Batu Goong, Kecamatan Mandalawangi, dan Jiput, serta Negeri di Atas Awan Citorek dan Kampung Kasepuhan Adat Pasir Eurih Kabupaten Lebak,” katanya.
Sutoto berharap, prestasi ini menjadi motivasi buat sekolah lain untuk terus mamacu kreativitasnya. Serta mengasah kemampuan untuk terus mencetak prestasi.
“Guru hebat, muridnya pasti hebat. Dan kita tentu akan terus suport,” katanya.
Sutoto menjelaskan, para siswa, guru, kepala sekolah, serta pelatih berharap agar karya filmnya dapat ditonton secara langsung bersama bupati.
“Tentunya keinginan mereka akan kita sampaikan kepada Bupati. Nanti untuk waktunya akan kita siapkan,” katanya.
Kepala SDN Kadumerak 1 Aprida Ariyani menuturkan, anak muridnya menampilkan tari tradisional yang dibuat dalam sebuah
pitch deck (presentasi singkat menjelaskan gambaran umum) film menceritakan kehidupan sehari-hari Putra Adat. “Untuk shooting-nya hampir beberapa bulan karena memang memilih waktu tidak sampai mengganggu KBM,” katanya.
Tari tradisional tersebut menceritakan
keseharian Putra Adat di sana. Di mana ada aturan tidak boleh mengambil batang pohon sembarang di hutan.
“Jadi hukum adat sebetulnya penerapan Pancasila. Syukur alhamdulilah, karya tari tradisional Putra Adat, tidak menyangka sama sekali masuk finalis dan meraih juara 1 tingkat nasional,” katanya.
Aprida, mengaku tidak menyangka dapat menyabet juara 1. Karena sebelumnya hanya menjadi finalis. “Sudah 35 tahun saya menjadi guru dan per 12 Januari kemarin diangkat menjadi Kepala Sekolah dan akan pensiun tahun 2024. Sebelum pensiun saya memanjatkan doa pengen ikut merasakan kayak orang lain dapat menjadi juara nasional,” katanya.
“Alhamdulillah meraih juara 1 emas berkat kerjasama dengan Sanggar Harum Sari Cikondang, Video grafer dibantu Destian dan musik Erizal. Serta suport dari Sekdis dan Kadisdikpora,” imbuhnya.
Kemenangan muridnya merupakan kebanggaan luar biasa karena telah mengalahkan 320 peserta SD tingkat nasional. “Adapun yang langganan menjadi Juara adalah SD dari Gorontalo. Biasanya Gorontalo namun tahun ini sukses direbut oleh Pandeglang yang punya alam Bagus,” katanya.
Melalui ajang FL2SN, siswa tidak hanya menampilkan tarian akan tetapi turut mempromosikan obyek wisata. Jadi menampilkan juga kondisi alamnya yang Indah.
“Dulu setiap kali ikut lomba yang juara selalu Gorontalo tapi sekarang alhamdulilah Banten bisa ngalahin. Diwakili dari Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Lebih lanjut Afrida mengungkapkan, siswanya menginginkan film yang mengisahkan putra adat telah menjuarai tingkat nasional diputar dan ditonton bersama Bupati.
“Anak-anak menaruh harapan dapat nobar bersama Bupati. Itu menjadi keinginan dari anak-anak kebetulan kan sekarang Covid-19 sudah level I sehingga bisa nobar,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor Merwanda











