LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID–Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak mencatat adanya penurunan drastis wisatawan yang berkunjung ke wilayah pantai Lebak Selatan pada momentum libur natal dan tahun baru (Nataru) kemarin.
Tercatat, selama libur nataru kemarin hanya ada 15 sampai 20 ribu wisatawan yang berkunjung ke pantai di Lebak Selatan. Jumlah itu, menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yakni mencapai 50 ribu kunjungan wisatawan.
“Pantai dratis menurun kunjungannya. Masih rame tahun lalu, di kisaran 50 ribu. Kalau tahun sekarang cuma 15 sampai 20 ribu aja,” kata Usep, Kepala Bidang Destinasi pada Disbudpar Lebak kepada Radar Banten, Senin 2 Januari 2022.
Usep mengatakan, menurunnya jumlah kunjungan wisatawan itu disebabkan oleh adanya isu cuaca ekstrem. Akibatnya, bukan hanya wilayah pantai Lebak Selatan saja, namun juga berdampak pada sektor pariwisata di wilayah Sukabumi.
“Isu kebencanaalaman sangat memukul sektor pariwisata. Yang kunjungannya terhitung lumayan itu Pantai Kelapa Warna, Pantai Citarate, Sawarna dan Bagedur sangat drastis kunjungannya, baru tanggal 1 kemarin mulai terlihat ada kunjungan. Namun hal itu bukan hanya di Lebak saja, tapi sepanjang Pelabuhan Ratu sampai Anyer juga sangat drastis,” ucapnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kata Usep cuaca di wilayah Lebak Selatan sendiri saat ini cenderung mendung bahkan sering diselingi dengan hujan deras. Walau pun begitu, cuaca itu masihlah aman untuk berwisata.
“Memang kalau cuaca umumnya cenderung mendung, gerimis sampai hujan lebat. Sesekali permukaan air laut naik. Sejauh ini tidak terjadi badai besar atau ombak besar atau banjir rob,” tuturnya.
Walaupun begitu, Disbudpar sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BPBD Lebak, Balai Wisata, juga TNI-Polri untuk tetap menyiagakan personel di lokasi wisata. Hal itu dilakukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan laut. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











