SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – 400 hektare lahan sawah di Kabupaten Serang terancam puso. Hal ini disebabkan dampak banjir yang melanda areal pertanian di beberapa kecamatan di Kabupaten Serang.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldy Dhuana mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari para petani terkait dampak banjir selama Desember dan awal Januari.
“Ada 400 hektare lebih yang kebanjiran,” kata Zaldi kepada awak media di Pemkab Serang, Rabu 4 Januari 2023.
Dijelaskan Zaldy, cuaca hujan diperkirakan masih terus berlangsung selama Januari membuat lahan pertanian terendam. Namun, ketinggian air mengalami pasang surut.
“Paginya terendam, sore udah surut, tapi kalau sampai tiga hari berturut-turut terendam, dikhawatirkan bisa puso,” jelasnya.
Apalagi, lanjut Zaldy, usia tanam padi masih kurang dari satu bulan. Hal itu membuat padi rentan mengalami puso jika kondisi lahan terendam banjir.
Kendati demikian, Zaldy mengungkapkan, jika padi mengalami puso, pihaknya akan berkirim surat kepada pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah pusat untuk meminta bantuan pengiriman benih padi.
“Karena di Kabupaten Serang kami tidak menyediakan stok untuk penggantian benih,” ungkapnya.
Selain itu, para petani di beberapa kecamatan di Kabupaten Serang, seperti Kecamatan Tunjungteja dan Cinangka sudah terdaftar pada Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
“Jadi kalau terjadi puso, mereka bisa meminta penggantian benih padi,” tuturnya.
Diketahui, wilayah pertanian yang terdampak banjir, ialah Kecamatan Bandung, Pamarayan, Tunjungteja, Cikeusal, dan Kecamatan Cinangka.
Reporter: Haidaroh
Editor : Mastur Huda











