“Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain terjadinya anomali cuaca ekstrem sesuai dengan informasi yang di realise oleh BMKG di Provinsi Banten termasuk Kabupaten Lebak dan juga beberapa fakta bencana alam yang terjadi yaitu gempa bumi Kabupaten Cianjur, Garut dan daerah daerah lainnya serta anomaly gelombang tinggi di Samudera Indonesia,” ucapnya.
Namun demikian berdasarkan data hasil monitoring untuk tingkat kunjungan wisatawan pada destinasi wisata lainnya cukup normal khususnya wisata buatan seperti kolam renang, water boom dan taman terbuka hijau lainnya. Adapun realisasi kunjungan wisatawan Kabupaten Lebak Tahun 2022 yaitu sebanyak 908.892 Orang dari target 875.250 Orang atau sebesar 104 persen.
“Alhamdulillah dengan estimasi nilai transaksi ekonomi sektor pariwisata di tahun 2022 yaitu sebesar Rp136 miliar. Nilai transaksi ini berasal dari tiketing, jasa akomodasi, parkir, dan juga pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif selama Tahun 2022,” ungkapnya.
Kepala Disbudpar Lebak, Imam Rimahayadin mengatakan, walaupun terjadi penurunan kunjungan wisatawan pada Nataru kemarin, pihak tetap optimistis sektor pariwisata di Kabupaten Lebak pada tahun 2023 ini bisa semakin berkembang, dengan melihat situasi dan kebijakan pemerintah pusat yang sudah mencabut PPKM.
“Kami optimistis di tahun 2023 kunjungan wisataan Kabupaten Lebak akan semakin meningkat seiring dengan kebijakan pemerintah pusat yang telah mencabut kebijakan PPKM. Namun demikian, kami akan tetap melaksanakan standar protokol CHSE di setiap destinasi wisata. Tentunya penataan destinasi prioritas telah kami siapkan yang didukung oleh strategi pemasaran melalui beberapa event unggulan serta Kerjasama dengan stakeholders pariwisata baik di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aditya











