SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – PT Nikomas Gemilang merupakan salah satu perusahaan padat karya di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Perusahaan ini merupakan salah satu pabrik dengan jumlah tenaga kerja paling banyak di Provinsi Banten sebanyak lebih dari 50.000 pegawai.
Dikutip dari berbagai sumber, PT Nikomas Gemilang merupakan bagian dari Pouchen Grup. PT Nikomas berdiri sejak 1992 di Kabupaten Serang.
PT Nikomas merupakan salah satu produsen sepatu kualitas kelas dunia. Produk yang dihasilkan di antaranya sepatu basket, sepatu autoclave, sepatu skateboard , sepatu anak-anak, sepatu bola, sandal dan sepatu olahraga lainnya.
PT.Nikomas Gemilang merupakan kawasan Industri dengan luas wilayah 285 hektare. Jumlah gedung produksi 26 pabrik.
Sejumlah brand sepatu populer diproduksi di pabrik ini. Seperti Adidas, Nike, Puma, dan brand sepatu olahraga lainnya.
Humas PT Nikomas Gemilang Danang Widi Pangestu mengatakan, saat ini jumlah karyawan PT Nikomas sebanyak 54.300 orang. Namun, saat ini pihaknya sedang melakukan pengurangan karyawan sebanyak 1.600 orang.
Danang mengatakan, pengurangan karyawan itu dilakukan melalui penawaran pengunduran diri secara sukarela yang ditawarkan pihak perusahaan kepada karyawan. Kemudian semua hak karyawannya dipenuhi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Danang menyampaikan alasan pengurangan karyawan itu karena berbagai faktor kondisi ekonomi internasional. Karena PT Nikomas memproduksi sepatu yang marketnya internasional.
Beberapa faktor itu di antaranya konflik Rusia-Ukraina di awal tahun, kenaikan harga bahan bakar secara global, tingkat inflasi yang tinggi, penurunan pesanan dan pengaruh berbagai faktor internasional lainnya.
Kondisi itu menyebabkan pasar sepatu olahraga internasional menurun drastis dan harga bahan baku terus meningkat.
Pengaruh itu menimbulkan reaksi berantai dan kondisi yang cukup serius melanda industri sepatu olahraga. Hal itu terlihat sejak kuartal ketiga tahun lalu, pabrik sepatu mulai merumahkan karyawannya. Itu juga yang dirasakan oleh PT Nikomas Gemilang. (*)
Reporter: Abdul Rozak
Editor: Abdul Rozak











