Dijelaskan Rendi, lokasi penemuan korban tenggelam, yakni di Kawasan Karang Malang Pantai Tanjung Layar, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah. Setelah dievakuasi, korban diserahkan kepada keluarga yang ikut memantau proses pencarian sejak hari pertama.
“Jenazah sudah diserahkan ke keluarga dan dibawa ke rumah duka di Kresek, Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.
Setelah korban ditemukan, operasi SAR dihentikan dan peralatan pencarian dibawa kembali Basarnas Banten. “Kami bersyukur, kerja keras tim SAR berhasil menemukan korban kecelakaan laut di Pantai Ciantir,” paparnya.
Kejadian di Pantai Ciantir, kata Rendi, harus menjadi pelajaran bagi wisatawan yang berlibur di kawasan pantai di Sawarna. Para wisatawan diimbau mematuhi arahan dari Balawista dan masyarakat agar terhindar dari kecelakaan laut.
“Di Pantai Ciantir Sawarna ada empat titik arus deras yang kerap menjadi penyebab kecelakaan laut. Zona bahaya tersebut harus dihindari wisatawan,” tegasnya.
Pegiat wisata Desa Sawarna Lili Suheli membenarkan, wisatawan asal Tangerang yang hilang tenggelam di Pantai Ciantir ditemukan tewas. Korban langsung dievakuasi dan jenazahnya diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Tangerang.
“Alhamdulillah sudah ditemukan dan jenazah sudah dibawa keluarganya menuju rumah duka di Tangerang. Kita berharap, kejadian ini tidak terjadi lagi ke depan,” harapnya.
Reporter : Mastur
Editor : Merwanda











