Hendra menambahkan, tahun 2023 ini pihaknya akan terus berupaya melakukan percepatan penurunan stunting itu dengan secara langsung turun ke lapangan untuk mengedukasi masyarakat dan melakukan revitalisasi posyandu.
“Terutama dari Dinas Kesehatan akan melakukan pengobatan terhadap anak yang stunting, kemudian DPPKB melakukan sosialisasi dan pencegahan kepada keluarga yang beresiko stunting secara door to door,” ungkapnya.
Pihaknya juga ke depan akan bekerja sama dengan Dinas Permukiman untuk melakukan pembangunan fasilitas jamban layak bagi keluarga kurang mampu.
“Sampai saat ini wilayah Kabupaten Tangerang yang terdata sebaran kasus stunting paling banyak yaitu di wilayah utara, dimana terdapat kurang lebih 300 kasus stunting di setiap kecamatannya,” tukasnya.
Reporter: Mulyadi
Editor: Abdul Rozak











