meminta maaf kepada Persis Solo dan masyarakat sepakbola Indonesia. “Ini aib bagi kami, karena kami tidak mentolerir apapun jenis kekerasan. Saya atas nama Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar meminta maaf dan menyesali terjadinya insiden tersebut kepada tim Persis Solo dan masyarakat bola Indonesia,” kata Zaki dikutip dari akun @pemkabtangerang.
Dia berharap kejadian tersebut tidak terjadi lagi dalam sepakbola Indonesia. “Buktikan bahwa supporter Persita bisa disejajarkan sebagai supporter kelas dunia,” pungkas Zaki.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Zaki pun mendukung penuh upaya kepolisian menangkap dan memproses para perusuh tersebut.“Hanya akan menodai nilai sportivitas dalam dunia olahraga yang sangat kita cintai,” katanya. (mul-mg03-ful/nda)











