SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pasokan beras di Banten melimpah. Berdasarkan data Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, produksi beras Banten periode Januari sampai Maret 2023 diprediksi mencapai 508.530 ton atau terdapat kelebihan produksi sebesar 161.828 ton dari kebutuhan masyarakat Banten pada periode tersebut sebanyak 346.704 ton.
Kepala Distan Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, meskipun produksi beras melimpah, tapi ekosistem gabah harus menjadi perhatian karena menjadi faktor penentu harga beras di pasaran. “Siapa itu ekosistem gabah? Akan melibatkan BUMD, BUMN atau Bulog. Keduanya membeli tidak. Ketiga, swasta. Swasta kan luas, bisa pengepul, bisa dari dalam maupun luar Banten,” ujar Agus kepada radarbanten.co.id, Rabu, 8 Februari 2023.
Kata dia, apabila berbicara barang, maka berasnya ada di Banten. Tetapi siapa yang membeli berasnya untuk cadangan di daerah. “Justru menjadi perdagangan bebas,” tandas Agus.
Maka, lanjutnya, perlu ada peran dari BUMD dan BUMN untuk membeli beras petani Banten untuk cadangan pangan di Banten. Sedangkan pihak swasta mempertimbangkan bisnis. “Bisa jadi dibeli untuk dijual keluar Banten,” ungkapnya.
Reporter : Rostinah
editor : merwanda











