Irna mengaku, selaku kepala daerah ia tentu turut berduka cita dan sangat prihatin atas adanya kasus pembunuhan yang diduga gegara asmara. Semoga tidak ada lagi kasus serupa.
“Jangan hanya gara – gara cinta segi tiga atau sakit hati karena diselingkuhi nyawa anak orang hilang. Sehingga rasanya nyawa seperti kacang goreng. Nah ini harus ditumbuhkan kembali keimanannya di majelis taklim , pondok pesantren, keluarga, saya tekankan lagi kepada seluruh jajaran di kecamatan, juga rekan kerja strategis seperti MUI, dan lain sebagainya untuk bisa memberikan pemahaman, keagamaan kepada masyarakatnya,” katanya.
Jadi, lanjut dia, tidak sampai gelap mata seperti ini. Rasanya sangat miris tinggal di Pandeglang pelakunya di Pandeglang korbannya di Pandeglang.
“Ini adalah berita kurang baik. Mudah – mudahan tidak diulang lagi, sangat prihatin dan kami sampaikan duka cita pada keluarga korban,” katanya.
Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah menuturkan, pada saat ini pelaku pembunuhan masih dimintai keterangan.
“Penyidik tengah memintai keterangan pelaku. Berdoa bersama semoga tidak terjadi lagi kasus menghilangkan nyawa orang,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Aas Arbi











