“Alhamdulillah kemarin kita data ada 13 ribu pelaku UMKM baru di tahun 2022, artinya ekonomi kita pasca Covid-19 berangsung membaik,” kata Waseh.
Waseh menyebut, Pandemi Covid-19 di tahun 2020 lalu telah menyebabkan sektor perekonomian terdampak dan lesu. Hal itu dirasakan secara langsung oleh para pelaku UMKM.
Namun, di tahun 2022 segala kebijakan pembatasan publik yang sebelumnya mengekang aktivitas masyarakat mulai ditiadakan. Alhasil, masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
“Justru UMKM adalah salah satu pahlawan ekonomi, karena mereka roda perekonomian di Indonesia bisa terus berjalan dan pulih secara cepat,” kata Waseh.
Menurutnya, dengan rasio 0,0049 dari total jumlah penduduk saja pelaku UMKM di Lebak sudah memberikan kontribusi untuk menjaga laju perputaran uang dan kemajuan daerah, apalagi jika rasionya melewati satu persen ke atas.
Ia yakin, pelaku UMKM di Lebak masih dapat terus bertambah seiring dengan perkembangan wilayah Kabupaten Lebak yang kini sudah terdapat jalan tol dan akses mudah KRL. Belum lagi perkembangan sektor wisatanya.










