Setelah selesai melaksanakan ibadah haji dan pulang ke Banten, Sultan Maulana Hasanuddin tak bisa melupakan kenangan akan kota di tepi Laut Merah. Terutama kelezatan masakan olahan daging kambing di Kota Rabigh.
Untuk mengobati kerinduan akan Rabigh, Sultan Maulana Hasanuddin, meminta juru masak istana membuatkan masakan seperti yang ia cicipi di Rabigh.
Meskipun tidak sama persis, masakan karya juru masaknya tetap disukai Sultan Maulana Hasanuddin.
Semenjak saat itu, kuliner daging kambing muda dari Kota Rabigh menjadi hidangan wajib di Istana Kesultanan Banten.
Kini masakan dari Kota Rabigh itu menyebar ke seluruh Banten dan disukai masyarakat Banten.
Rabigh yang menjadi masakan favorit Sultan lebih dikenal dengan sebutan rabeg. Menjadi salah satu makanan khas Banten dari Kesultanan Banten. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











