PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Pandeglang mengalami peningkatan signifikan di tahun 2023. Terjadi peningkatan kasus sepanjang bulan Januari hingga Februari 2023.
Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Pandeglang Mila Oktaviani mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pandeglang meningkat.
“Iya kasusnya meningkat kita sangat prihatin. Saat ini sudah masuk laporan sebanyak 22 kasus,” katanya kepada radarbanten.co.id, 21 Februari 2023.
Kasus KDRT mengalami peningkatan sepanjang Januari – Februari sudah lebih dari 20 orang. Mengalami peningkatan dari tahun 2022 lalu kurang lebih sebanyak 40 kasus dalam setahun.
“Tapi kali ini baru awal tahun sudah meningkat. Saat ini kita berikan pendampingan terus terhadap para korban,” katanya.
Mila berharap, tidak sampai ada kasus baru lagi. Tetapi bulan Februari ini kasusnya beruntun banyak warga melaporkan.
“Khususnya menjadi korban pencabulan dan rudapaksa. Korban terus kita dampingi karena untuk membantu memulihkan psikologisnya,” katanya.
Kepala Unit PPA Polres Pandeglang IPDA Akbar menyatakan, hal sama bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat.
“Saat ini kita tengah menangani kasus pencabulan dan rudapaksa. Kita tentu miris dengan meningkatnya kasus,” katanya.
Akbar menilai, terjadinya peningkatan ini bisa jadi karena didorong rasa melindungi agar jangan sampai orang lain menjadi korban. Sehingga memiliki keberanian melapor.
“Bisa juga karena memang masyarakat sudah melek hukum. Sehingga berani melaporkan pelaku, yang jelas pelaku yang terbukti akan ditindak tegas,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Ahmad Lutfi











