Pilih satu asma’ul husna yang sesuai dengan permohonan yang kita ajukan. Misal jika meminta untuk dilapangkan rizki maka asma’ul husna yang dipilih “Ya Razzaq.”
Awali dengan kalimat “Ya Allah” kemudian dilanjut dengan asma Allah yang dipilih. Seperti “Ya Allah Ya Razzaq”. Ulangi sebanyak yang dimampu ketika hendak memulai doa.
Hal itu disebutkan juga dalam Qur’an surat 17 Al-Isra ayat 110.
قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا
Artinya:
Katakanlah (Muhammad), “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (asma‘ul husna) dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu.”
Penulis: Mira Agustina
Editor: Aas Arbi











