RADARBANTEN.CO.ID – Di Banten ada tradisi qunutan setiap tanggal 15 Ramadhan. Warga merayakannya dengan membuat ketupat untuk dihidangkan di masjid atau mushola.
Tradisi ini dilakukan setiap tahun pada pertengahan bulan Ramadhan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena telah menjalani ibadah puasa hingga setengah bulan Ramadhan.
Tradisi yang diperkirakan ada sejak jaman Kesultanan Banten ini, antara lain masih dilakukan sebagian masyarakat di Serang, Lebak, dan Pandeglang.
Biasanya setelah memasuki pertengahan bulan Ramadhan atau pada 15 Ramadhan sebagian masyarakat Banten akan memperingati qunutan dengan ngupat atau membuat ketupat.
Ketupat sendiri adalah beras yang dimasak dan dibuat menggunakan daun kelapa muda sebagai bungkusnya. Bagian daun muda berwarna putih kekuningan atau yang biasa disebut dengan janur.
Selain ketupat ada juga leupeut. Leupeut ini dibuat dari beras ketan yang dicampur dengan kacang merah, kelapa parut, dan santan mentah. Kemudian dibungkus daun janur dengan bentuk memanjang. Atau dibungkus dengan daun kawung.











