Di pelosok kampung, warga sudah terbiasa membuat wadah ketupat atau urung ketupat. Daun kelapa mudanya diambil langsung dari pohon kelapa yang banyak tumbuh di kebun.
Kalau di wilayah perkotaan, warga jarang yang membuat. Cukup membeli di pasar tradisional, seperti di Pasar Rau dan Pasar Rangkasbitung.
Memasuki tanggal 15 Ramadhan ada pedagang yang menjual cangkang ketupat yang dipasok perajin cangkang ketupat dari kampung-kampung.
Biasanya cangkang ketupat dibanderol dengan harga Rp 5.000 setiap satu ikatnya.
Setelah beras dimasukkan ke dalam cangkang ketupat dari kelapa muda, kemudian direbus.
Untuk mendapatkan cita rasa yang semakin enak dan bertahan lama, merebus ketupat biasanya dilakukan di atas tungku menggunakan kayu bakar.











