Ia juga mengatakan, isu strategis lain pada Pemilu 2024 adalah besarnya proporsi pemilih muda.
“Penguatan pendidikan politik bagi kelompok pemuda perlu terus diperkuat untuk memastikan pembangunan demokrasi nasional dapat berjalan mencapai kematangan di tahun 2029,” ujar Andi.
Pada kesempatan itu, ia mengungkapkan, ada dua hal inti kedatangan Lemhannas di Banten. Pertama, proses konsolidasi demokrasi Menuju pemilu 2024. Proses ini penting untuk mematangkan demokrasi di IIndonesia “Kita harus mengantisipasi kemungkinan risiko sosial politik yang terjadi selama proses penyiapan pemilu 2024,” ungkapnya.
Kedua, lanjut Andi, Lemhannas menyajikan data tentang dinamika geopolitik yang bisa mempengaruhi stabilitas politik dan ekonomi di Indonesia termasuk di Banten dimana hal-hal yang terjadi di dunia, seperti perang Rusia-Ukraina China-Taiwan, baik dalam jangka pendek maupun panjang berpengaruh terhadap stabilitas politik dan ekonomi harga yang harus dijaga menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar berterima kasih kepada Lemhannas ke Provinsi Banten.
“Perspektif-perspektif yang beliau (Gubernur Lemhannas-red) sampaikan akan menjadi acuan kerja kita akan menjadi panduan dalam kota formulasi strategi kebijakan ke depan,” ujarnya.
Kemudian, lanjut Al, terlepas dari beberapa hal yang disampaikan oleh Gubernur Lemhannas, pihaknya mendapat pencerahan atas perspektif global, regional, dan nasional yang menyangkut politik, sosial, ekonomi, budaya, dan ketahanan keamanan. Dalam perspektif ekonomi, Gubernur Lemhannas menyampaikan posisi strategis Provinsi Banten yang akan pihaknya sediakan untuk mendapatkan nilai tambah untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat Banten dan Indonesia.
Reporter : Rostinah
Editor: Ahmad Lutfi











