SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemilu 2024 merupakan momentum utama pelaksanaan Demokrasi di Indonesia. Pelaksanaan Pemilu memiliki kerawanan yang harus diantisipasi para pihak. Kerawanan ini tidak hanya pada proses Pemilu, tetapi berpotensi meluas menjadi kerawanan keamanan.
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto mengungkapkan bahwa Provinsi Banten masuk dalam kerawanan sedang berdasarkan indeks KPU dan Bawaslu.
Untuk itu, ia meminta Pemprov Banten termasuk pemerintah kabupaten/kota melakukan treatment secara berlapis dari yang sifatnya penguatan fungsi kelembagaan, hingga koordinasi serta sinergi yang sudah tampak di Forkompinda Provinsi Banten.
“Serta yang paling mendasar, meningkatkan literasi politik bagi para pemilih,” ujar Andi saat berkunjung ke gedung Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Jumat, 10 Maret 2023.
Berdasarkan paparan Andi, tingkat kerawanan di Banten berdasarkan sumber dari KPU, Bawaslu, dan Politik2024.id yakni 66,53 persen. Di Pulau Jawa, selain Banten, DKI Jakarta dan Jawa Tengah juga berada dalam tingkat kerawanan sedang. Sedangkan Jawa Barat dalam tingkat kerawanan tinggi dan Jawa Timur tingkat kerawanan rendah.
Andi sudah memetakan literasi politik demokrasi terutama di kelompok pemilih muda usai 17 tahun sampai 35 tahun. Namun yang juga penting adalah kelompok perempuan yang merupakan mayoritas pemilih sekira 51 persen pada Pemilu 2024.











