Jarkasih mengatakan, upaya Pemkot Tangsel dalam menangani persoalan kemacetan dapat dilakukan dengan memperbanyak transportasi massal dan mengajak masyarakat berpindah ke transportasi massal.
“Bahwa angkutan massal bisa jadi solusi? Bagi saya bisa. Daripada naik motor, mending naik transportasi massal,” jelasnya.
Diketahui, Kota Tangsel sebetulnya sudah memiliki transportasi massal berupa lima unit bus yang dinamakan bus Anggrek. Lima bus Anggrek ini sidah berjalan 2 tahun. Sayangnya perkembangan bus Anggrek jalan ditempat.
Menanggapi hal itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel Chaerudin mengatakan, bus Anggrek masih dioperasikan untuk mengangkut masyarakat, terutama siswa untuk bersekolah.
“Masih digunakan buat nganter anak sekolah, warga ke pasar. Masih, masih jalan kelima-limanya,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Tangsel Muhammad Syaiful, mengatakan, sosialisasi keberadaan bus Anggrek terus dilakukan. “Memang belum maksimal. Masih perlu sosialisasi lagi,” jelasnya.











