LEBAK, RADARBANTEN. CO. ID – Angka Stunting atau masalah gizi yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak di Provinsi Banten turun menjadi 20 persen.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Rudman Efendi.
Katanya, di tahun 2021 kemarin angka stunting di Banten berada di angka 24,5 persen, dan di tahun 2022 menurun hingga angka 20 persen. Hal tersebut berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia yang dilakukan pada tahun 2022.
” Alhamdulillah berkat dukungan semuanya, Hasil Survei Status Gizi Indonesia pada tahun 2022 menunjukkan angka penurunan di Provinsi Banten, yang sangat signifikan. Dari 24,5 persen, menjadi 20 persen,” katanya disela-sela acara Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023 di Pendopo Bupati Lebak, Selasa 14 Maret 2023.
Efendi mengungkapkan, penurunan stunting yang paling tinggi berada di Kota Tanggerang Selatan (Tangsel) yang mana dalam rentan satu tahun Kota Tangsel berhasil menurunkan stunting hingga 10 persen.











