Selanjutnya, diungkapkan Kasat, sebelum tenaga medis datang pastikan kalau korban tidak dikerumuni. Lalu berikan ruang terbuka untuk korban agar mendapatkan kenyamanan dan bisa mendapatkan udara bebas.
“Jangan sampai, korban dikerumuni supaya mendapatkan oksigen yang cukup untuk bernafas. Sambil menunggu pertolongan medis datang, sebaiknya anda memastikan orang yang terluka tersebut tidak sendirian dan cobalah untuk membuatnya tetap tenang,” katanya.
Kemudian, diungkapkan Kasat, jangan pindahkan korban jika mengalami cedera dalam. Serta jangan pindahkan posisinya jika menemukan cedera dalam seperti luka patah tulang.
“Sebab hal itu hanya berpotensi memperparah cedera. Jika anda memiliki keterampilan pertolongan pertama dasar, cobalah untuk mengobati cedera yang berpotensi mengancam jiwa yang mereka miliki,” katanya.
Apabila memang mengalami pendarahan dan alami patah tulang, bisa membantu mencegah adanya gerakan dengan menggunakan pakaian atau perban.
Sedangkan jika korban pengendara sepeda motor dan masih mengenakan helm dapat dibuka dengan cara berhati-hati dan perlahan agar tidak tersangkut di telinga.
“Apabila korban mengalami pendarahan serius misal di mulut dan kepala itu bisa menjadi tanda bahaya mengancam keselamatan jiwa. Untuk menghentikan dapat memberikan pertolongan pertama dengan berlutut di samping korban dan jika ada pendarahan maka tekat dan tutup bagian luka agar tidak sampai kehabisan darah,” katanya.
Ketika memang alami pendarahan kalau ada pakai perban, namun bila tidak ada bisa menggunakan kain pakaian bersih sebagai alternatif pengganti perban. Jika terdapat darah masih mengalir maka ikat kuat bagian atas luka dekat jantung dengan sehelai kain dan pastikan korban berada dalam posisi nyaman.
“Dan ketika korban mengalami syok untuk mengatasinya bisa dengan melonggarkan ikat pinggang atau kancing kerah baju agar peredaran darah kembali lancar. Lalu selalu periksa respon, pernapasan, dan denyut nadi korban karena bisa jadi korban tidak sadarkan diri dan mengalami henti napas,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak











