RADARBANTEN.CO.ID- Beberapa kue kering tradisional masih eksis sampai sekarang, dan menjadi pilihan untuk menyambut tamu saat Lebaran.
Memasuki minggu ketiga bulan Ramadan, biasanya sudah mulai persiapan membuat kue Lebaran, baik yang bercita rasa manis maupun gurih.
Berikut kue kering tradisional yang sering ditemui saat Lebaran di Banten.
1. Gipang

Gipang adalah kue kering bercita rasa manis yang terbuat dari cangkaruk atau beras ketan kering yang sebelumnya sudah melalui proses pengukusan dan penjemuran.
Rasa manis dan sedikit asam pada gipang berasal dari gula dan asam yang dipanaskan hingga menjadi karamel, lalu dicampur dengan cangkaruk yang sebelumnya sudah digoreng.
Setelah melalui proses pencampuran karamel, gipang lalu dicetak, dipadatkan. Setelah padat, potong-potong sesuai ukuran yang diinginkan.
Ada dua jenis gipang yang bisa dinikmati, polos tanpa toping dan toping kacang.
Toping kacang ini juga ada yang kacang halus dan potongan kasar, semua tergantung selera.
2. Bolu Kuwuk

Bolu kuwuk atau bolu kering yang memiliki harum khas, dan bercita rasa manis.
Bolu kuwuk memiliki bentuk beraneka ragam, ada yang bentuknya seperti ikan, bulat panjang dan lainnya.
Sebagaimana bolu pada umumnya, bolu kuwuk juga terbuat dari tepung terigu, telur, gula, garam, vanili bubuk.
Bahan-bahan tersebut dikocok, lalu panggang dengan menggunakan cetakan khas bolu kuwuk.
3. Sagon

Sagon adalah kue kering bercita rasa manis yang light dan ada sedikit gurih dari kelapa.
Sagon umumnya berwarna putih sedikit kecoklatan karena efek dari pemanggang.
Berbahan dasar dari tepung beras ketan yang sebelumnya sudah disangrai.
Setelah melalui proses sangrai, tepung dicampur dengan kelapa parut dan diberi sedikit garam, juga gula.
Lalu panggang menggunakan cetakan sagon sampai matang.
Tekstur kue sagon padat, empuk namun cenderung rapuh.
Jadi harus berhati-hati ketika mengeluarkannya dari cetakan.
4. Rempeyek

Rempeyek merupakan olahan berbahan dasar tepung, dicampur dengan potongan daun bawang, kacang tanah atau kacang ijo, bumbu-bumbu dapur, penyedap dan air.
Di Banten, rempeyek punya beberapa sebutan, yaitu koleang muncang, rampeyek, peyek.
Teksturnya garing renyah seperti kerupuk. Rasanya gurih sedap, cocok untuk teman makan nasi ataupun digado.
5. Rengginang

Rengginang adalah olahan dari beras ketan yang sebelumnya sudah dimasak dengan campuran bumbu.
Bumbu-bumbu tersebut adalah bawang merah, bawang putih dan terasi, yang menjadikan rengginang lebih wangi.
Sehingga, cita rasa rengginang ini gurih sedap dengan tekstur garing renyah.
Beras ketan untuk rengginang ini dimasak dengan cara seperti masak nasi pada umumnya.
Setelah itu, dicetak dan dijemur sampai kering.
Biasanya membutuhkan waktu 2-3 hari, tergantung dari cuaca.
Jika sudah kering, bisa langsung digoreng mengganggu api sedang.
6. Opak

Opak adalah sejenis kerupuk, ada yang terbuat dari singkong, dan juga dari tepung ketan.
Rasa opak singkong original, cenderung gurih dengan tekstur empuk renyah.
Umumnya berbentuk bulat-bulat tipis, tetapi ada juga yang berbentuk kotak.
Di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, ada sentra pembuatan opak singkong.

Bentuknya bulat tetapi ukurannya lebih kecil dengan varian rasa original dan balado.
Sedangkan opak ketan, punya dua rasa, manis dan original. Yang original biasanya berbentuk bulat, sedang yang manis, berbentuk panjang.
Opak ketan mirip seperti kemplang, menggelembung, teksturnya empuk renyah.
Di Kabupaten Pandeglang, tepatnya di Kp. Wakap, menjadi sentra pembuatan opak ketan dan cukup terkenal.
Itulah beberapa kue tradisional yang sering ditemui saat lebaran di Banten.
Penulis: Pipih Shofiah
Editor: Aas Arbi










