Menurut Yosef, melihat dari hasil tes tenaga kesehatan dan guru padahal tidak cukup besar nilainya, akan tetapi karena mereka mendapatkan afirmasi usia dan masa kerja nilainya bisa maksimal.
“Kami harapkan teknis juga seperti itu dapat afirmasi, apa bedanya kami dengan mereka. Padahal sama juga mengabdi kepada daerah”, ujarnya.
Yosef juga menjelaskan, saat ini klasifikasi honorer ada yang dinamakan Kategori Dua. Ia mengaku, sejauh ini tidak ada pembeda antara K2 dan non K2.
“Semua sama saja kami rasa, karena apa yang membedakannya, sejauh ini kami rasa perlakuannya sama, bahkan afirmasipun tidak kami dapatkan,” tandasnya.
Yosef berharap, pemerintah pusat bisa mengakomodir untuk pengangkatan itu dilihat dari lamanya pengabdian kepada pemerintah.
“Apa yang kita perjuangkan selama ini puluhan tahun hanya untuk sebuah status yang jelas, tapi nyatanya lagi lagi kami kecewa,” katanya.
“Bahkan formasipun teknis hanya diberikan 71 formasi, sedangkan guru dan nakes ratusan bahkan ribuan,” katanya.
Oleh karena itu, ia merasa kecewa karena tidak ditambahkan nilai afirmasi. Kondisi itu membuat tenaga honorer sudah mengabdi 10-15 tahun tidak mendapatkan nilai tambahan.
“Jadi harus beradu otak dengan mereka yang baru lulus kuliah. Kemarin hasil tes beda beberapa digit aja, coba kalau ada nilai afirmasi maka kesempatan lulus tentunya besar,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











