“Perbedaan harganya lumayan, seperti gula, beras, dan sembako lainnya bisa sampai Rp15 ribuan. Ini sangat membantu masyarakat,” kata Tatu.
Kendati demikian, Tatu meminta agar Diskoumperindag terus pantau harga di pasar, seperti daging, ayam, telur, gula, minyak, dan lainnya agar kenaikan harga yang terjadi bisa dikendalikan.
“Karena pabrik-pabrik sembako ini ada di Kabupaten Serang, jadi kami bisa intervensi pasar, mengajak perusahaan untuk turun ke masyarakat supaya harga bisa diturunkan,” ujarnya.
Terkait perusahaan yang terlibat, Tatu menargetkan setiap tahun harus bertambah bisa memberi diskon lebih besar.
Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang Adang Rahmat menambahkan, ada 25 perusahaan yang terlibat termasuk memberikan sembako gratis dari BPR Serang, Bank bjb, serta PT Lunchong memberi bantuan sembako untuk anak yatim-piatu.
“Yang paling banyak dibeli masyarakat itu beras, gula dan minyak, perbedaan harga beras Rp42 ribu per lima kilo, kalau beli di pasaran Rp55 ribu,” tambahnya.
Reporter Haidaroh
Editor: Ahmad Lutfi











