RADARBANTEN.CO.ID – Saat Ramadan, banyak kebiasaan atau tradisi yang tidak bisa ditemukan pada bulan lain. Tradisi Ramadan di Indonesia ini beragam. Tiap daerah ada yang berbeda.
Namun, tradisi berbagi takjil Ramadan hampir dilakukan semua umat muslim di berbagai daerah di Indonesia. Kebiasaan membagi-bagikan takjil di jalan raya ini biasanya dilakukan jelang buka puasa.
Berbagi takjil saat Ramadan merupakan pemandangan berbeda dibandingkan bulan lain. Karena, pada bulan suci bagi umat Islam ini, banyak kalangan yang mencoba berbagai kebahagiaan kepada masyarakat atau pengendara kendaraan di jalanan. Meski tidak mewah, namun makanan yang diberikan itu banyak diburu oleh masyarakat.
Isi makan yang diberikan itu biasanya berupa air mineral ukuran kecil atau sedang, buah kurma, makanan manis lainnya, atau sekadar bubur kacang hijau dan kolak. Menu sederhana itu, justru menjadi bahan perburuan warga selama Ramadan.
Berbagi kebahagiaan itu bisa dilakukan berbagai kalangan tanpa terkecuali. Tidak melihat jenis pekerjaan, status sosial, jabatan, dan lainnya. Setiap masyarakat bisa berbagi takjil dengan warga lain sesuai kemampuan yang dimiliki.
Bukan hanya di jalan, berbagi takjil juga bisa dilakukan di tempat wisata, pasar, rumah ke rumah, dan lainnya. Umumnya, biasa dilakukan di tempat keramaian.
Terbaru, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang bersama sejumlah wartawan lokal berbagi takjil kepada para pengendara kendaraan. Kgiatan ini dilakukan pada Rabu (29/3), tepat di depan kantor Kejari Pandeglang.
Berbekal 500 boks atau bungkus takjil, para penegak hukum dan wartawan lokal membagikannya kepada masyarakat.
Mulai dari tukang ojek, sopir angkot, pengendara sepeda motor, pengendara mobil pribadi beramai-ramai berhenti dan mengambil makanan untuk berbuka puasa yang dibagikan secara gratis.
Bukan hanya itu, bahkan ada beberapa orang yang sengaja keluar rumah hanya untuk berburu takjil gratis.











