PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Apem putih menjadi salah satu makanan ciri khas asal Desa Kadubumbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang.
Apem Putih terbuat dari bahan baku tepung beras dan tape singkong ini telah menjadi makanan khas Kabupaten Pandeglang.
Sehingga belum lengkap bilamana berkunjung ke Pandeglang tanpa mencicipi dan membawa pulang oleh-oleh apem putih. Terutama Apem Putih yang diproduksi oleh warga Desa Kadubumbang, Kecamatan Cimanuk yang dikenal sebagai perajin Apem Bohay Gaul yang memiliki rasa tidak terlalu asem dan dari segi ukurannya bohay atau besar.
Apem putih bohay bentuknya menyerupai bantal tebal. Bahan baku utamanya dari beras putih dan tape singkong.
Khusus beras putih jenisnya haruslah beras asli Cimanuk. Jadi rahasia cita rasa enak dari apem putih itu dari jenis berasnya.
Menurut Perajin Apem Putih Bohay, Mahfud mengatakan, bahan utama apem putih bohay itu dari tepung beras Cimanuk.
“Jadi harus beras asli Cimanuk untuk mendapatkan kualitas cita rasa apem putih yang terbaik. Rasa enak, puleun (lembut) dan tidak mudah basi,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 2 April 2023.
Menurut Mahfud, dirinya sudah pernah mencoba menggunakan beras lain namun rasanya kurang pas. Terus cepet basinya.
“Makanya kalau saya selalu menggunakan beras Cimanuk. Agar tidak membuat kapok pelanggan,” katanya.
Mahfud menjelaskan, proses pembuatan apem putih bohay sangatlah mudah. Tinggal menyiapkan bahan baku tepung beras putih Cimanuk, tape singkong, lalu beri air panas dan diaduk.
“Setelah menjadi adonan yang sempurna, barulah di masukan ke dalam cetakan terbuat dari daun pisang. Lalu dikukus hingga mateng,” katanya.
Mahfud mengungkapkan, apem putih bohay hasil produksinya dipasarkan sampai ke Cilegon, Tangerang, Serang, Sukabumi dan Bandung. Memasuki bulan Ramadan ini pesanan mengalami peningkatan karena selain banyak pesanan dari luar daerah dari Pandeglang juga banyak.
“Kita bersyukur sudah tidak pandemi Covid -19 lagi. Sehingga untuk penjualan sudah berangsur normal perhari menghabiskan sampai satu sampai dua kwintal beras Cimanuk,” katanya.
Sementara itu, salah satu Pedagang kudapan Apem Putih Bohay, Amel mengatakan, memasuki bulan Ramadhan, permintaan akan apem putih meningkat.
“Kalau apem putih yang saya jual ngambilnya dari hasil produksi Haji Ucah asal Desa Kadubumbang, Kecamatan Cimanuk. Apem putih bohaya atau apem bantal berkualitas baik,” katanya.
Pada bulan Ramadan ini, produksi apem putih Haji Ucah mengalami peningkatan. Biasa dalam sehari lima karung beras sekarang sehari menjadi delapan karung beras.
“Apem putih dari Kadubumbang dari segi rasa tidak akan mengecewakan. Rasanya enak apalagi dicocol pakai gula merah maka tambah maknyos,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aditya











