PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pandeglang Dede Sumantri meminta Pemkab Pandeglang kaji secara serius melakukan kajian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) Pandeglang tahun 2023-2043.
Pernyataan itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Pandeglang dari Fraksi PKS setelah menggelar rapat Badan Musyawarah DPRD Pandeglang bersama Diskoperindag, Bagian Hukum Setda, DLH, PUPR, BPKD, Bappeda dan unsur Pemerintah lainnya.
Menurut Anggota Komisi III DPRD Dede Sumantri, menciptakan kawasan industry adalah strategi efektif meningkatkan PAD dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Tapi perlu di perhatikan kawasan industri jangan merusak ketahanan pangan daerah. Khususnya kawasan pertanian yang dilindungi,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 13 April 2023.
Oleh karena itu, Ia meminta kepada Pemkab Pandeglang agar serius dalam melakukan kajian Rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang rencana kawasan industri di wilayah Kabupaten Pandeglang.
“Raperda tentang rancangan kawasan industri ini sangat penting untuk dibahas bersama. Untuk itu, kami dari Fraksi PKS meminta eksekutif untuk serius mengkaji Raperda tentang rencana kawasan industri,” katanya.
Kajian harus serius karena Perda ini menjadi payung hukum pemerintah yang mengajak para pengusaha sektor industri untuk berinvestasi di Kabupaten Pandeglang. Dimana dalam Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang Kabupaten Pandeglang ada lima kecamatan yang masuk kawasan industri yaitu Kecamatan Pagelaran, Sukaresmi, Bojong, Cikeusik dan Cibitung.
“Menetapkan kawasan industri itu tentunya pemerintah harus memperhatikan wilayah – wilayah yang menjadi zona hijau atau daerah yang tidak boleh di jadikan zona industri. Seperti seperti sawah yang di lindungi atau LP2B, dan juga kawasan sumber air bersih,” katanya.
Sekalipun tujuannya meningkatkan investasi tetapi jangan sampai merusak lingkungan. Hal itu akan merusak ketahan pangan di Kabupaten Pandeglang.
“Jadi saya menegaskan untuk tidak sampai merusak lahan sawah produktif. Serta sumber air bersih yang harus kita jaga,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Ahmad Lutfi











