SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bayi dengan kondisi bibir sumbing ditemukan warga Jalan Raya Pontang – Kasemen, Kampung Sukajaya, Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Selasa pagi, 25 April 2023.
Diduga kuat, bayi laki-laki dengan kondisi cacat bawaan tersebut sengaja dibuang oleh orang tuanya.
Kapolsek Pontang Inspektur Polisi Satu (Iptu) Junaedi mengatakan, bayi tersebut ditemukan sekira pukul 06.30 WIB. Ketika itu warga sekitar bernama Samah (54) mendengar tangis bayi saat berjalan di sekitar lokasi.
Setelah ditelusuri sumber tangisan, Samah menemukan bayi mungil di bawah pohon kedondong. Saat ditemukan bayi itu ada di dalam kardus dan tertutup semak-semak.
“Bayi laki-laki dengan kondisi cacat bawaan berupa bibir sumbing itu ditemukan sekira pukul 06.30 WIB. Saat ditemukan warga, bayi itu berada di dalam kardus dan tertutup semak-semak. Bayi itu ditemukan dekat saluran irigasi,” kata Junaedi.
Diakui Junaedi, penemuan bayi malang tersebut membuat heboh warga sekitar. Banyak warga berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung kondisi bayi mungil yang baru ditemukan tersebut.
“Setelah dilihat warga, mereka tidak mengenali bayi tersebut,” ujar Junaedi.
Junaedi mengatakan, penemuan bayi itu kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian.
Dari informasi itu, tim Reskrim Polsek Pontang mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kita sudah melakukan olah TKP, saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” ungkap Junaedi.
Junaedi mengungkapkan, bayi tersebut telah dibawa ke Puskesmas Pontang untuk mendapatkan perawatan. Berdasarkan pemeriksaan sementara, bayi tersebut dalam kondisi sehat.
“Bayi tersebut saat ini dirawat di Puskesmas Pontang,” kata perwira pertama Polri tersebut.
Untuk mengungkap, kasus dugaan pembuangan bayi tersebut, kepolisian meminta peran serta masyarakat yang mengetahui atau pun mencurigai orang tuanya untuk segera melapor. Informasi dari masyarakat akan membantu polisi untuk mengungkap kasus tersebut.
“Agar kasus ini cepat terungkap, maka saya mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui pembuang bayi bisa melaporkan kepada kami,” tutur Junaedi (*)
Reporter: Fahmi Sa’i
Editor: Aas Arbi











