SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten masih belum mengentaskan angka putus sekolah hingga tahun 2023 ini.
Angka putus sekolah masih menyelimuti Ibu Kota Provinsi Banten ini. Bahkan terbanyak angka putus sekolah berasal dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kasemen, Curug, dan Walantaka.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Tubagus Suherman usai menghadiri apel pagi dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional di Puspemkot Serang, Selasa 2 Mei 2023.
Suherman tak menampik saat ditanya terkait angka putus sekolah di Kota Serang. Menurutnya Kota Serang masih memiliki angka putus sekolah tahun 2023 sekitar 7,5 persen.
Suherman tidak menyebutkan berapa angka pasti dari anak putus sekolah yang terjadi di Kota Serang.
“Angka putus sekolah sampai hari ini masih di bawah 10 persen, kurang lebih angka putus sekolah tahun 2023 diangka 7,5 persen,” ujar Suherman kepada Radar Banten.
Suherman menjelaskan, angka putus sekolah yang terjadi di Kota Serang pada tahun 2023 terbanyak ada di tiga kecamatan. “Itu di Kecamatan Kasemen, Walantaka dan Curug,” ucap Suherman.
Untuk itu, pihaknya telah menjalankan beberapa program untuk menghentikan angka putus sekolah di Kota Serang.
“Untuk meningkatkan partisipasi sekolah di Kota Serang makin tinggi dan mereka tidak putus belajar, maka pemerintah Kota Serang juga sudah membebaskan biaya belajar, terutama dari Dana BOS,” jelas Suherman.
Ia menjelaskan, pada program dana BOS dibagi kembali menjadi tiga, yaitu Dana Operasional, Dana Personal, dan Dana Investasi. “Untuk dana operasional dan dana investasi kemudian seluruhnya ditanggung oleh pemerintah,” ujar Suherman.
Sementara, lanjut Suherman, dana personal yang sebagian tidak tercover dari Dana BOS akan digunakan untuk membeli seragam, kaos olahraga, dan sebagainya.
Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin menekankan kepada Kepala OPD terkait, dalam hal ini Dindikbud untuk mencarikan solusi dan inovasi demi mengentaskan angka putus sekolah di Kota Serang.
“Kepala OPD seyogya-nya harus mencarikan solusi dan inovasi, untuk menekan angka putus sekolah. Saya pengen angka putus sekolah ini 0 persen di Kota Serang, teknisnya ada di kepala OPD,” kata Subadri saat dikonfirmasi terpisah.
Reporter : Nahrul Muhilmi
Editor : Mastur











