RADARBANTEN.CO.ID – Nama asli Ki Hadjar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.
Beliau dikenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia karena perjuangannya membuka kesempatan bagi kaum pribumi di zaman penjajahan untuk mendapatkan hak pendidikan.
Beliau terlahir sebagai seorang bangsawan, tetapi karena sifat sahajanya ia rela melepas previlege sebagai bangsawan dan hidup berbaur dengan rakyat biasa.
Sebelumnya ia berprofesi sebagai seorang wartawan yang cerdas dan kerap menulis kritikan terhadap pemerintahan penjajah masa itu.
Karena hak istimewanya, sosok Soewardi Soejaningrat muda bersekolah di sekolah dokter STOVIA di Batavia berkat beasiswa yang diterimanya.
Tetapi karena masalah kesehatan bawaan lahir, Ki Hadjar Dewantara tidak dapat melanjutkan pendidikan Dokter dan beasiswanya dicabut.
Semangatnya dalam menulis mengalahkan rasa sakit yang dideritanya. Beliau malah lebih semangat menulis untuk membangun pergerakan.
Dari tulisan-tulisan tersebut beliau mendapatkan teman yang satu tujuan, dokter Cipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker menemaninya untuk membakar semangat juang rakyat Indonesia.
Tiga sekawan itu bergabung ke dalam partai pertama di Indonesia, partai tersebut adalah Indische Partij tahun 1912.
Setelah bergabung dalam partai, Cipto, Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara makin giat membuat tulisan yang mengritik tajam pemerintah penjajahan. Tetapi nahas, tiga sekawan itu malah dibuang ke Belanda.
Selama diasingkan Soewardi Soerjaningrat memanfaatkan waktunya untuk lebih mengenal gagasan pendidikan dari tokoh seperti Maria Montessori, Helan Parkhurst, Freiderich Frobel dan Rabindaranath Tagore.











