SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten saat ini tengah mewaspadai dampak dari cuaca ekstrem berupa kemarau panjang dalam beberapa bulan ke depan yang akan melanda seluruh wilayah Indonesia termasuk Banten.
Pemprov pun dalam menghadapi kemarau panjang yang diketahui disebabkan fenomena El Nino itu siap menggunakan Biaya Tidak Terduga (BTT) dari APBD Pemprov Banten tahun anggaran 2023.
Penjabat (Pj) Gubernur Al Muktabar mengatakan, penggunaan BTT akan dilakukan jika fenomena El Nino itu membawa dampak yang luar biasa di masyarakat.
“Jika fenomena El Nino itu berdampak pada kehidupan seperti pangan dan seterusnya, kita sudah punya BTT. BTT yang sudah kita siapkan itu bisa kita gunakan untuk bantuan pangan dan air,” kata Pj Gubernur Banten, Kamis 4 Mei 2023.
Pj Gubernur mengatakan, pada dasarnya Pemerintah tidak akan abai dan terus berupaya dalam mencegah krisis pangan, dan dampak lainnya dari fenomena yang diprediksi akan pada puncaknya di bulan Agustus 2023 nanti.
Al pun mengaku kini bersama dengan stakeholder terkait tengah merancang strategi dalam rangka mengantisipasi dampak kemarau berkepanjangan itu.
“Kita secara kelembagaan tengah mempersiapkan hal-hal yang bisa kita lakukan dalam mengintervensi agenda itu, karena itu adalah alam tentu kita harus bisa bersahabat, tidak bisa menaklukannya. Nah dalam waktu dekat kita akan konsolidasikan langkah-langkah teknis dalam menghadapi hal itu,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banten Rina Dewiyanti mengatakan, di tahun anggaran 2023 ini, Pemprov Banten menganggarkan dana sebesar Rp79 Milliar (M) lebih untuk BTT.
Ia menjelaskan, BTT merupakan belanja yang digunakan untuk menganggarkan pengeluaran keadaan darurat termasuk keperluan mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya dan pengembalian atas kelebihan pembayaran atas penerimaan Daerah tahun-tahun sebelumnya serta untuk bantuan sosial yang tidak dapat direncanakan sebelumnya.
“Bisa juga digunakan untuk bantuan jika terjadi krisis ekonomi, ” pungkasnya.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Aditya











