TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dosen Fisip Universitas Muhammad Tangerang (UMT) Memed Chumaedi menilai Jhonny G Plate jadi tersangka bakal memengaruhi Partai NasDem di daerah.
Sebagaimana diketahui, Kejagung menetapkan Menkominfo Johnny G Plate sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penyediaan menara base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung 1, 2, 3, 4, dan 5 Bakti Kementerian Kominfo tahun 2020-2022. Dugaan kerugian negara yang menyeret menteri dari Partai NasDem itu ditaksir sampai Rp 8 triliun.
Dosen Fisip Universitas Muhammad Tangerang (UMT) Memed Chumaedi mengatakan, partai politik yang sejatinya sebagai wadah aspirasi masyarakat, penyambung antara suara struktur dan infrastruktur politik, semestinya berjalan sinergi. Namun ketika terjadi korupsi, maka yang terjadi akan membuat apatisme masyarakat, dan rasa tidak percaya kian meningkat.
“Hal tersebut menjadi faktor kebutuhan partai politik akan dana besar, supaya dapat memenangkan Pemilu mendatang,” ujarnya, Jumat, 19 Mei 2023.
Kata Memed, hal itu pula yang bisa mendorong para politisi untuk berlaku korupsi. “Nah inilah yang mungkin terjadi oleh beberapa partai politik yang melakukan tindak pidana korupsi,” ucapnya.
Memed mengungkapkan, untuk kasus Partai NasDem, saat ini kembali menjadi menjadi contoh, bagaimana partai politik tersebut melakukan kegiatan cawe-cawe terhadap anggaran negara yang terindikasi terhadap perilaku koruptif para elite yang akan berdampak terhadap elektabilitas partai politik.
“Ada beberapa contoh partai politik karena elitenya disangkakan korupsi, yang akhirnya menurunkan elektabilitas partai politik tahun 2009, seperti Partai Demokrat. Partai pemenang Pemilu, namun pada 2014 malah menjadi partai papan tengah,”ungkapnya.
Lebih jauh Memed mengatakan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga mengalami dampak buruk ketika ketua umumnya terjerat kasus korupsi pengadaan sapi. Elektabilitas partai menjadi turun, ditambah lagi berujung konflik di internal
“Jadi, ketika elite politik partai tersandung masalah korupsi, akan berdampak turunnya elektabilitas partai tersebut,” imbuhnya.
Selain itu, Memed juga menambahkan, untuk di daerah-daerah dapat dipastikan elektabilitas partai politik yang elitenya disangkakan korupsi pasti berdampak ke daerah-daerah. Nah daerah-daerah ini mau tidak mau dibuat pusing. Karena yang tadinya partai memiliki elektabilitas yang baik, kemudian dengan memunculkan kandidat seperti Anies Baswedan, pada akhirnya hanya gara-gara satu elite tersebut ini bisa berdampak kemana-mana.
“Bukan hanya elektabilitas partai politiknya tapi juga bisa berdampak ke para caleg serta ke calon presidennya. Untuk Nasdem sendiri pastinya akan berdampak buruk terhadap pimpinan cabang di daerah, calon legislatif, dan juga calon presiden yang diusung partainya,”pungkasnya.
Reporter: Mulyadi
Editor: Aas Arbi











