Bupati Irna menjelaskan, penyebab utama sampah bertumpuk di Pantai Teluk berasal dari sampah laut. Jadi dikirim dari Kabupaten/Kota lain dan masuk ke Pantai Teluk.
“Kebetulan Desa Teluk ini kan cekungan, sehingga membuat sampah bertumpuk diam di situ. Sementara tangan kita enggak cukup, itu memang membutuhkan alat berat,” katanya.
Terkait penanganan sampah ini, diakuinya, Pemkab Pandeglang selalu berkoordinasi dengan Pemrov Banten.
“Seruan-seruan (ajakan bersihkan sampah dari anak muda seperti Pandawara Group) seperti ini sangat dahsyat. Anak muda, lalu masyarakat, yang tadinya cuek sekarang lebih peduli, untuk tidak membuang sampah,” katanya.
Ia menjelaskan, warga tinggal di pantai juga kalau sampahnya dikeruk mereka takut kena abrasi. Jadi kepenginnya sampah didiamkan menumpuk.
“Tapi kan bukan solusi yang baik. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR agar ada rumah susun untuk mereka agar bisa dialihkan ke tempat lain karena mereka enggak akan aman dan nyaman tinggal di sini,” katanya.
Terkait relokasi dan penanganan sampah, menurut Bupati Irna, perlu waktu. Tidak cukup dilakukan dalam hitungan bulan.
“Kita harus agendakan, rencanakan anggarannya di tahun depan. Untuk itu mohon dukungan dari Pj Gubernur dan sungguh, kalau ada pihak-pihak yang ada apalagi dari CSR, kita harus buat lagi kontaner-kontainer sampah agar masyarakat tidak buang sampah sembarangan,” katanya
“Backhoe juga kami minta segera diturunkan agar alat backhoe mengeduk sampahnya. Ayo kepada masyarakat jaga kebersihan bareng-bareng, kebersihan sebagian daripada iman, untuk sama-sama kita membangun Banten dan Pandeglang,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











