SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Demi mengupayakan untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Kota Serang, perlu adanya perubahan mindset dan pola pikir masyarakat.
Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin saat menanggapi jumlah kemiskinan ekstrem di Kota Serang.
Nanang mengatakan, Pemkot Serang masih mengupayakan untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem meskipun Kota Serang mengalami penurunan.
“Upaya dari Pemkot Serang itu tentang pelatihan ketenagakerjaan dari Disnaker. Kita juga menciptakan UMKM. Namun demikian dimana pun kemiskinan pasti ada, hanya angkanya relatif besar atau kecil,” kata Nanang, Senin 22 Mei 2023.
Menurutnya, untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem tersebut harus diawali dari sumber daya manusia (SDM) terlebih dahulu.
“Kota Serang dibandingkan dengan daerah lainnya meskipun kita kota baru, tapi kita masih papan tengah, tidak terlalu miskin. Permasalahannya hampir sama, kita harus liat SDM harus kita dorong,” kata Nanang.
Nanang menjelaskan, masyarakat harus mengubah mindset atau pola pikir untuk bisa keluar dari kemiskinan.
“Sebenarnya faktor utamanya itu di masyarakat itu sendiri untuk mengubah mindset. Seperti saya sudah miskin tidak bisa keluar dari itu, ya sudah kalo itu sudah terserap dalam pikirannya sulit untuk mengubah itu,” jelas Nanang.
Diketahui, berdasarkan data Kementerian Koordiantor Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK), angka kemiskinan ekstrem Kota Serang mengalami penurunan, dari tahun 2021 sebanyak 7.315 jiwa turun menjadi 7.205 jiwa.
Sementara Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Toyalis mengatakan bahwa, ada beberapa upaya yang telah disiapkan oleh pihaknya untuk menangani kemiskinan ekstrem di Kota Serang.
“Ada beberapa dari dinsos yang kita upayakan dari sesi fakir miskin,” ujar Toyalis, Minggu 21 Mei 2023.
Beberapa program yang disiapkan tersebut dicanangkan oleh pihaknya untuk membantu pendapatan masyarakat Kota Serang.
“Misalnya ada kegiatan namanya KUBE (kelompok usaha bersama). Di sana ada beberapa orang nanti bikin kelompok namanya KUBE. Nanti kita berikan seperti tenda hajat untuk bisa disewakan,” kata Toyalis.
Selain KUBE, ia juga telah menyiapkan program khusus para pedagang kecil untuk membantu ekonomi produktif.
“Kemudian ada juga program usaha ekonomi produktif (UEP) untuk pedagang kecil, warung-warung gitu,” katanya.
Ia berharap, dalam program yang sudah dijalankan oleh Dinsos Kota Serang dapat mengurangi angka kemiskinan ekstrem tersebut.
“Ke depan kalo bagi Dinsos yang penting masyarakat kebutuhannya terpenuhi. Artinya kemiskinan ekstrem ini kan pendapatan yang sangat rendah. Mudah-mudahan dengan adanya pendapatan neningkat, kemiskinan ekstrem akan berkurang kan gitu,” ujarnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











