Pada program itu, para ASN memberikan donasi setiap hari Jumat untuk memenuhi gizi para penderita stunting.
“Kita juga mendorong program Jumat Serius itu untuk diterapkan di daerah lain. Dan di Lebak sendiri, kita berharap Pemkab bisa mengaktifkan lahan-lahan subur yang kini kondisinya banyak yang tidur.”
“Saya berpikir hal itu bisa mengatasi permasalahan stunting dengan terisinya gizi masyarakat. Karena bergizi itu tidak harus mahal, bergizi itu bisa memanfaatkan panganan lokal,” lanjutnya.
Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengatakan, stunting sendiri merupakan masalah yang sangat besar yang harus ditindaklanjuti secara serius oleh semua pihak.
Sebab, selain mempengaruhi kondisi tubuh, stunting juga dapat mempengaruhi kecerdasan dan kesehatan penderitanya.
“Masalah stunting ini harus kita tindak lanjuti dari hulu ke hilir, dari sebelum pasangan menikah yang mana calon pengantin harus kita berikan penyuluhan terlebih dahulu. Dan menurut saya masalah ini juga bukan tentang Pemerintah saja namun semua pihak, termasuk kalangan pengusaha alias UKM juga harus ikut terlibat dalam pengentasan masalah stunting ini,” imbuhnya.
Ia pun meminta kepada semua pihak untuk bisa menjadi bapak dan ibu asuh anak stunting di daerah masing-masing.
Para bapak dan ibu asuh anak stunting bisa untuk selalu peduli terhadap masalah stunting dan memastikan para anak penderita stunting mendapatkan vitamin, juga pemenuhan gizi yang tepat. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











