SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Banten mengajak kepada para Jurnalis untuk menjadi bapak asuh stunting.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Banten, Rusman Efendi pada acara forum koordinasi BKKBN Banten dengan Jurnalis di Saba Backyard Cafe & Resto, Jalan Raya Serang Pandeglang, Tembong, Kota Serang, Banten, Kamis 25 Mei 2023.
Dengan menjadi bapak asuh stunting, jurnalis dapat turun serta menciptakan kolaborasi pentahelix dengan stakeholder lainnya dalam menanggani stunting atau masalah gizi pada anak di Banten.
“Mari bersama-sama dengan peran dan fungsi masing-masing saling berkolaborasi dalam mewujudkan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dalam rangka percepataan penanganan stunting di Banten,” kata Efendi.
Efendi menerangkan, Jurnalis atau Insan Pers memiliki fungsi yang sangat penting dalam mendistribusikan berita atau informasi yang bermanfaat khususnya pada program penanganan stunting kepada masyarakat.
Menurutnya, pers melalui kanal beritanya masing-masing bisa mensosialisasikan masalah stunting berikut dengan penanganannya kepada masyarakat.
“Kita percaya dan yakin bahwa pernyampai informasi terdepan kepada masyarakat merupakan teman-teman Pers. Maka dengan pertemuan ini kita ingin guyub menyelaraskan tujuan dalam menangani stunting. Apa itu stunting, apa penyebabnya, apa dampaknya, dan bagaimana pencegahannya,” kata Efendi.
Bukan hanya pers, namun semua pihak harus terlibat dalam koordinasi pentahelix penanganan percepatan stunting di Banten. Sebab, stunting saat ini bisa menjadi masalah serius karena berdampak pada tumbuh kembang anak yang tentunya akan berpengaruh terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ke depan.
“Sesuai rencana aksi nasional penaganan stunting ini harus dilakukan secara pentahelix, jadi semua orang terlibat. Tidak hanya Pemerintah saja, namun juga perguruan tinggi, swasta dan masyarakat umum. Kita berharap masalah stunting bisa kita atasi sesegera mungkin,” pungkasnya.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Aditya











