SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Mahasiswa Prodi Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta memasang panel surya sebagai pembangkit tenaga listrik yang ramah lingkungan untuk mitra Rukun Nelayan Cinta Bahari Desa Puloampel, Kabupaten Serang.
Pemasangan panel surya itu merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan skema program kemitraan masyarakat terapan yang dilakukan tim dosen bersama mahasiswa pada 25 – 31 Mei 2023.
Tim dosen yang terlibat antara lain Amir Marasabessy sebagai ketua, dan sebagai anggota terdiri dari Bambang Sudjasta, Wiwin Sulistyawati, Fajri Ashfi Rayhan dan Rusdy Hatuwe.
Sedangkan mahasiswa dari angkatan 2020 dan 2021 yakni Rendy Setiawan, Rafly Alguna, Hanifa Ramadhani Akhira, Yusiliana Pratiwi, Naufal Rofi Chavidi, Rafif Giya Ramadhan dan Anang Dianto sebagai laboran di laboratorium produksi kapal Fakultas teknik UPN Veteran Jakarta.
Kegiatannya berupa penyuluhan dan pelatihan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya yang ramah lingkungan pada 6 (enam) unit perahu ikan yang bersandar di dermaga Rukun Nelayan Cinta Bahari.
Amir menjelaskan, kegiatan itu untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), sebagai langkah untuk pembangunan desa yang berkelanjutan dengan menyediakan akses untuk nelayan skala kecil terhadap sumber daya laut dan pasar.
“Guna meningkatkan kesejahteraan mitra kelompok nelayan di Desa Poluampel,” kata Amir keterangan tertulisnya.

Amir menjelaskan, program kemitraan masyarakat terapan bertema Penerapan Panel Solar Cell Untuk Penerangan Listrik Yang Ramah Lingkungan pada Perahu Nelayan Guna Efisiensi Pemakaian Baterai di Desa Puloampel.
Tema itu, lanjut dia, karena warga Desa Puloampel sebagian besar menjadi nelayan. Pengoperasian perahu penangkap ikan oleh mitra nelayan biasanya dilakukan pada waktu siang hingga pagi hari sekitar 8 jam. Untuk kebutuhan penerangan listrik dan alat komunikasi oleh nelayan dengan menggunakan baterai. Namun karena baterai sering dilakukan pengisian atau charge mengakibatkan cepat mengalami kerusakan.
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan kiranya dapat memberikan solusi untuk penghematan energi listrik dan menambah umur pakai baterai selama pengoperasian perahu ikan sehingga dimungkinkan untuk menggunakan pembangkit listrik tenaga surya,” ungkap Amir..
Oleh sebab itu, kata Amir, dalam kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan penyuluhan dan pelatihan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya atau panel solar cell kepada mitra nelayan sebagai pemilik perahu penangkap ikan.
Menurut Amir, dengan menerapkan pembangkit listrik tenaga surya pada 6 unit perahu ikan tersebut maka akan memberikan penghematan pembelian baterai sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan melalui peningkatan ekonomi.

Sementara itu, dalam kegiatan pelatihan pemasangan komponen panel solar cell di atas perahu ikan, tim Pengabdian Kepada Masyarakat melibatkan mitra nelayan sebagai pemilik perahu ikan sehingga diharapkan kedepan mitra nelayan dapat melakukan pemasangan secara mandiri.
Selain itu tim Pengabdian Kepada Masyarakat akan melakukan evaluasi pemakaian pembakit listrik tenaga surya yang telah terpasang pada 6 (enam) perahu ikan hingga 30 Nopember 2023, kurma lebih 6 bulan, untuk memastikan kesesuaian dan manfaat dalam kelancaran pengoperasian perahu ikan.
Dengan terpasangnya komponen panel solar cell pada 6 unit perahu ikan, maka kebutuhan listrik pada 6 unit perahu ikan dapat terpenuhi dengan daya tahan baterai lebih lama. Sehingga dalam waktu 6 bulan terjadi penghematan biaya operasional pada 6 perahu ikan sebesar Rp 22.140.000.
“Mengingat jumlah perahu ikan yang dimiliki oleh Rukum Nelayan Cinta Bahari sebanyak 38 unit maka untuk terpenuhi pemasangan komponen panel solar cell pada perahu ikan tersebut, diharapkan adanya kerjasama pemerintah daerah secara bersama sama ikut mendanai pengadaan komponen panel solar cell,” ungkap Amir. (*)











