SERANG, RADARBANTEN. CO. ID – Sebanyak 149 Desa di Provinsi Banten masuk dalam status desa tertinggal. Bahkan ada juga tujuh desa yang berstatus desa sangat tertinggal.
Desa-desa itu paling banyak ditemukan diwilayah Banten Selatan seperti Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
Menanggapi hal itu, Sekertaris Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Provinsi Banten Rafik Rahmat Taufik mengatakan, permasalahan banyaknya Desa di Banten yang masih berstatus sebagai desa tertinggal dan desa sangat tertinggal merupakan pekerjaan rumah (PR) bersama.
Katanya, untuk mengetaskan hal tersebut diperlukan sinergi dari semua elemen baik itu Pemerintah Pusat, Pemrpov Banten, pemda termasuk masyarakat desa
“Ini butuh upaya bersama, semua harus saling dukung dalam menyelesaikan permasalahan ini, ” kata Rafik kepada Radar Banten, Selasa 20 Juni 2023.
Rafik mengatakan, terdapat banyak faktor yang menyebabkan ratusan desa itu masih berstatus desa tertinggal dan sangat tertinggal. Salah satunya kurangnya sumber anggaran dalam tata kelola desa.
Katanya, pemerintah desa (pemdes) mempunyai dana desa (DD) yang terbatas, bahkan tidak sesuai dengan pengembangan wilayah di desa tersebut.
“Desa memiliki wilayah yang besar, namun anggaran yang sedikit. Jadi ketika suatu desa berfokus memebahi sarana infrastruktur, maka desa itu harus mengorbankan alokasi anggaran untuk pembinaan dan pengembangan, SDM maupun potensi desa lainnya,” kata Rafik.
Untuk itu, Kepala Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah ini meminta kepada Pemprov Banten untuk menambah alokasi dana bantuan untuk desa.
Menurutnya, dana bantuan yang saat ini yakni sekitar Rp60 juta per desa ini masih sangat kurang.
“Memang besarannya naik dari tahun sebelumnya dari Rp15 juta per desa, menjadi Rp60 juta perdesa. Tapi itu masih sangat kurang dengan melihat kondisi desa yang sangat minim pembangunan infrastrukturnya,” ungkap Rafik.
Ia menyebut, akibat dari status desa tertinggal dan sangat tertinggal ini banyak hak masyarakat menjadi tidak terpenuhi seperti hak mendapatkan infrastruktur yang baik, fasilitas kesehatan dan pendidikan yang baik maupun penggerak ekonomi dan ketahanan pangan lokal.
“Dari ribuan desa di Banten, hanya ada 10 desa yang masuk kategori desa maju. Itu hanya 0,1 persen. Artinya perlu ada yang dibenahi, ” tututnya.
Mantan wartawan ini juga berharap Pemprov bisa memberikan gimmick kepada desa untuk bisa bersemangat dalam melakukan pengembangan potensi di desanya.
“Selain adanya pembinaan, Pemprov juga harus melakulan inovasi agar dapat memberikan semangat kepada kepala desa melalui lomba pengembangan potensi desa. Sehingga para kepala desa akan bersemangat dalam mengembangkan potensi desa mereka baik itu potensi wisata, UMKM maupun potensi lainnya, ” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi











