SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Penjualan bahan pokok ke luar daerah oleh petani membuat sejumlah ketersediaan bahan pokok di Kota Serang cenderung kekurangan.
Kekurangan ketersediaan bahan pokok itu di antaranya adalah cabai dan minyak goreng yang belum tercukupi.
Hal tersebut akibat dari petani yang lebih memilih menjual hasil panennya ke luar daerah dengan harga yang lebih menjanjikan dibandingkan dijual di daerahnya sendiri.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang, Sony August mengatakan, saat ini kebutuhan bahan pokok dan ketersediaan pangan Kota Serang kondisinya masih kekurangan.
Ia mengatakan, ketersediaan beras saat ini sebanyak 826 ton, sementara kebutuhannya sebanyak 1.442 ton.
“Ini data minggu ketiga bulan Juni, kebutuhannya itu 1.442,30 ton untuk beras, jadi masih kurang di angka sekitar 614 ton lagi, ujarnya, Senin 3 Juli 2023.
Selain beras, kata Sony, ketersediaan lainnya seperti cabai merah dan cabai rawit masih mengalami kekurangan.
Untuk cabai merah, Kota Serang masih kekurangan sebanyak 30,20 ton, kemudian cabai rawit masih kekurangan 23,61 ton, dan daging sapi masih kekurangan 47,13 ton.
“Terutama terhadap minyak goreng yang juga masih kurang sekitar 9,8 ton untuk pemenuhan ketersediaannya,” katanya.
Sony mengaku, untuk cabai merah Kota Serang masih mengandalkan dari luar daerah atau impor. Hal tersebut lantaran kondisi pertanian di Kota Serang masih belum memenuhi kebutuhan pasar di daerah.
“Memang kondisi petani kita rata-rata seperti itu. Padahal, di wilayah Kasemen miliki potensi padi. Lalu, Curug dan Walantaka itu cabai. Tapi kekurangannya itu adalah petani lokal yang terbatas dalam memproduksi cabai,” ucapnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











