LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Untuk meningkatkan produksi padi dalam membantu ketahanan pangan di Kabupaten Lebak, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak akan mengoptimalkan peran tim penanggulangan hama penyakit lahan persawahan.
“Ya, kita akan terjunkan dan mengoptimalkan peran tim penanggulangan hama untuk memantau area persawahan yang tengah ditanami padi. Tim ini akan bertugas untuk menanggulangi serangan hama di areal persawahan padi,” ujar Kepala Distan Kabupaten Lebak Rahmat, Selasa, 4 Juli 2023.
Dia mengatakan, bulan Juni lalu pihaknya terus melakukan pemantuan dan pengamatan di area persawahan. Bila ditemukan adanya serangan hama pihaknya langsung melakukan pengendalian. Seperti serangan hama wereng batang coklat (WBC) di Kecamatan Wanasalam.
Diharapkan, dengan keberadaan tim tersebut, angka gagal panen tanaman padi musim tanam tahun ini bisa ditekan semaksimal mungkin. Sehingga tim ini mampu mengoptimalisasi produksi padi dan ketahanan pangan di Lebak.
“Tim pembasmi hama ini nantinya bekerja langsung ke lapangan saat menerima laporan adanya serangan hama di areal persawahan dengan dilengkapai sarana dan prasana. Seperti, obat-obatan dan alat pembasmi,” jelasnya.
Dia mengatakan, Kabupaten Lebak memiliki luas 304.472 hektare terdiri dari lahan sawah seluas 47.760 hektare dan lahan darat seluas 256.711,8 hektare. Dari lahan seluas itu sebagain besar adalah kawasan perdesaan yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian sebagai petani.
“Alhamdulilah, produksi padi setiap tahunnya selalu surplus. Produksi beras setiap tahun rata-ratanya mencapai sebanyak 707.500 ton. Sementara kebutuhan beras penduduk Lebak sebesar 147.428 ton per hari,” katanya.
Sementara itu, Asda II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Lebak Lebak Ajis Suhendi mengatakan, produksi padi di Kabupaten Lebak masih sangat potensial untuk terus ditingkatkan, baik melalui strategi peningkatan produktivitas maupun melalui strategi peningkatan indeks pertanaman (IP).
“Ya, meningkatkan produktivitas beras melalui peningkatan produktivitas masih sangat berpeluang dilakukan,” ungkapnya.
Ia menyebutkan,rata-rata produktivitas hasil panen petani baru mencapai 5,6 tok gabah kering panen per hektare. Sementara hasil demplot atau kaji terap 8-9 ton GKP per hektare.
“Artinya apabila didukung oleh komponen teknologi yang tepat dan pendampingan yang intensif, produktivitas padi di Lebak masih terbuka ditingkatkan,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aas Arbi











