SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Provinsi Banten mengirimkan santri terbaiknya pada Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) ke-7 tahun 2023 di Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur pada 10 -18 Juli 2023.
Diikuti oleh 34 kafilah provinsi dan 1 kafilah tuan rumah dengan jumlah total 2.195 santri pesantren dan mahasantri ma’had aly beserta para pembina/pendamping.
Sementara kafilah Banten mengirimakan 45 santri untuk mengikuti beberapa cabang lomba sesuai dengan tingkatan atau
marhalah-nya yaitu ula, wustha, ulya, dan ma’had aly.
Adapun cabang lombanya yaitu fiqih, nahwu, akhlak, tarikh, tafsir, Ilmu tafsir, hadis, ilmu hadis, balaghah, tauhid, debat bahasa Arab dan Inggris, bahtsul kutub, dan debat qanun.
Selain itu, diselenggarakan juga lalaran nadhom Amtsilah at-Tashrîfiyah dan lalaran nadhom Alfiyah Ibnu Malik sebagai cabang lomba ekshibisi.
Bagaimana prestasi Banten?
Santri asal Banten mampu mengukir prestasi juara pertama pada cabang Tauhid Ula atas nama Rakha Azka Aqieva dari Ponpes Darus Sunnah, juara harapan dua pada Nahwu Wustha Putra atas nama Haqin Nazili dari Ponpes Baqiyatussalihah, juara harapan tiga pada Akhlak Ula atas nama Muhammad Khozinatul Asror dari Ponpes Baqiyatussalihah, dan juara harapan tiga Fiqih Wustha Putri atas nama Robiatul Adawiyah dari Ponpes Darut Tafkir.
Encep Safrudin Muhyi, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kafilah Banten pada MQKN ke-7 tahun 2023.
“Ini tak lepas dari kerja keras seluruh pembina serta doa dari masyarkat Banten, terutama peserta dan pembimbing,” ungkap Encep.
“Kita doakan mudah-mudahan semangat belajar ini terus tertanam dan menjadi bekal saat mereka menjadi penerus kita di masa yang akan datang, amin,” lanjut Encep.
Sebelumnya, Encep mengungkapkan, MQKN merupakan event penting karena menjadi bagian dari upaya menguji kemampuan para santri dan mahasantri dalam membaca, memahami dan menerjemahkan kandungan kitab kuning yang selama ini menjadi rujukan dalam tradisi pembelajaran di pesantren.
Editor : Aas Arb











