TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pendidikan (Dindik) Tangsel akan melakukan penyisiran dan inventarisir sekolah-sekolah negeri yang berpotensi memiliki masalah lahan seperti di SDN Lengkong Karya.
Kepala Dindik Tangsel Deden Deni mengatakan, saat ini melalui Bidang SD dan SMP, pihaknya sudah mulai melakukan penyisiran dan inventarisir seluruh SD dan SMP negeri yang berpotensi bermasalah dengan lahan warga.
“Kami sedang menyisir dan mengimventarisir sekolah-sekolah negeri yang berpotensi ditutup sama yang punya tanah atau bermasalah seperti di SDN Lengkong Karya,” ujar Deden, Minggu 23 Juli 2023.
Deden mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan masalah yang sama seperti di SDN Lengkong Kary, dimana separuh gerbang masuk sekolah itu dipagar tembok oleh pemilik lahan.
“Mudah-mudahan ini (kasus SDN Lengkong Karya-red) yang terakhir ya,” ucapnya.
Sementara itu update terakhir masalah penutupan akses masuk SDN Lengkong Karya adalah Pemkot Tangsel dan pemilik lahan berbeda dalam hitung-hitungan harga tanah.
Beda hitung-hitungan dalam menaksir harga tanah yang mau dijual beli itu dapat terlihat dari pernyataan Walikota Tangsel Benyamin Davnie, pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Deden Deni dan pernyataan pemilik lahan Hardi Widjaja.
Benyamin Davnie menegaskan Pemkot Tangsel hanya akan membeli total 70 meter lahan. Komposisinya masing-masing pemilik lahan menjual 40 meter dan 30 meter lahan mereka.
“Sudah sepakat, kesepakatan tertulisnya sudah selesai. Kita butuhnya hanya 70 meter. Jadi ada dua pemilik, masing-masing kita beli 40 meter dan 30 meter,” ujar Benyamin di Puspemkot Tangsel, Kamis, 20 Juli 2023 lalu.
Sementara itu pemilik lahan Hardi Widjaja memiliki versi berbeda terkait luas lahan yang disepakati untuk dibeli.
Menurut Hardi, total luas lahan yang disepakati untuk dibeli adalah 80 meter, terdiri dari 60 meter lahan miliknya dan 20 meter lahan milik Supardi Bagor.
“Mungkin Bapak Walikota tidak tahu jelas total luas tanah yang mau diganti rugi. Yang disebutkan Bapak Matoda dari Dewan dan pak Rudy dari Dinas Pendidikan kemarin itu sudah betul, total 80 meter, terdiri dari tanah saya 60 meter dan tanah Supardi Bagor 20 meter,” ujarnya, Kamis 21 Juli 2023.
Terbaru, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Deden Deni justru masih menunggu kepastian pengukuran dari tim appresial.
Meski begitu, Deden juga mengatakan, menurut perkiraan pihaknya, tanah yang dibebaskan itu totalnya 70 meter, dengan rincian 50 meter tanah Hardi Widjaja dan 20 meter tanah Supardi Bagor.
“Jadi untuk pembebasan lahannya, untuk jalan sampai kedepan itu kurang lebih panjangnya 50 meter dan lahan disamping pagar yang kita jebol kira-kira 20 meter. Tapi untuk persisnya nanti kita ukur ulang,” ujarnya saat meninjau pembongkara tembok samping sekolah untuk dijadikan akses baru, Jumat, 22 Juli 2023. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











