CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan warga Kecamatan Citangkil unjuk rasa di depan kantor Walikota Cilegon, Jumat 28 Juli 2023.
Saat unjuk rasa, warga mengungkapkan sejumlah tuntutan, salah satunya meminta agar diprioritaskan dalam perekrutan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan yang ada di kawasan industri Krakatau Steel.
Warga meminta agar diprioritaskan sebagai tenaga kerja karena memiliki jasa. Desa yang dulu mereka tempati digunakan untuk kepentingan Krakatau Steel.
Ketua Forum Masyarakat Pembela Bedol Desa dan Gusuran Citangkil, Samsul Abidin menjelaskan, permintaan tersebut wajar mengingat pengorbanan warga.
“Kami minta warga Citangkil mendapatkan porsi dan diakomodir sebesar-besarnya di wilayah industri. Citangkil harus dilibatkan di industri-industri yang ada di PT Krakatau Steel karena saat ini kita sangat minim sekali keterlibatannya,” ucapnya.
Selain diprioritaskan dalam tenaga kerja, warga juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk menetapkan 1 Muharam sebagai hari peringatan Bedol Desa Citangkil.
Samsul mengatakan, permintaan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, hal itu pantas dijadikan momentum peringatan lantaran warga Citangkil telah berkontribusi dalam pembangunan Krakatau Steel.
“Bedol desa itu diawali dari tahun 1972 mulai pembebasan lahan dan selesai tahun 1975, tapi Citangkil bertahan sampai 1977. Itu adalah proses sejarah,” katanya.
“Kenapa kita minta 1 Muharam dijadikan peringatan? Karena kita ketika di sana itu sangat kental sekali keislamannya dan budayanya. Oleh karena itu dengan tahun baru IsIam itu kita jadikan momentum hijrah kita dari Citangkil lama ke Citangkil baru,” sambung Samsul.
Samsul juga menuntut agar Pemkot Cilegon juga mengakomodir warga Citangkil untuk bekerja di industri, terutama di PT Krakatau Steel Grup lantaran telah turut serta berkontribusi dalam pembangunan BUMN tersebut.
Selain dua permintaan itu, Samsul juga menambahkan agar Pemkot Cilegon dan PT Krakatau Steel untuk turut merawat kembali situs sejarah peninggalan warga Citangkil di Tanjung Peni.
“Kami masyarakat Citangkil meminta dari 560 hektare yang digusur oleh PT Pertamina untuk perluasan PT Krakatau Steel, kami minta ada satu titik situs sejarah yang namanya sumur tua di Tanjung Peni yang dibangun kisaran tahun 1920. Sebelum merdeka warga Citangkil sudah tinggal di Tanjung Peni,” pungkasnya. (*)
Reporter Bayu Mulyana
Editor: Aas Arbi











