CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Sampah organik ternyata memiliki banyak manfaat, jika diolah dengan tepat. Seperti halnya, yang kini tengah dikerjakan oleh 20 orang warga binaan dalam program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, Senin, 31 Juli 2023.
Saat itu, area Gedung Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Cilegon, sedang sibuk dengan berbagai aktivitas warga binaan. Para warga binaan yang sedang memanfaatkan limbah organik, tampak tengah memotong-motong kulit buah-buahan dan sisa sayur rumah tangga untuk dicampur dengan molase atau gula aren dan air.
“Warga binaan kami sedang membuat limbah organik menjadi cairan Eco Enzyme. Sampah-sampah organik di fermentasi selama beberapa pekan, nanti hasilnya menjadi bahan baku pembuatan sabun cair,” ujar Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Cilegon Aditya Jatari.
Dijelaskan Aditya, sabun cair tersebut merupakan cairan pembersih rumah serbaguna, mulai dari membersihkan furnitur, piring dan pakaian. Selain alami dan tidak menimbulkan risiko berbahaya, membuat eco enzyme juga sama halnya dengan mengurangi produksi limbah atau sampah rumah tangga.
Sebelumnya, pada Minggu, 30 Juli 2023, dua puluh warga binaan tersebut, sempat mengikuti workshop (lokakarya) pembuatan sabun dengan metode Eco Enzyme yang diinisiasi oleh Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (KAGAMA) Provinsi Banten. Saat itu, kegiatan dibuka langsung dengan pengarahan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Cilegon, Enjat Lukmanul Hakim.
Diketahui, sabun eco enzyme yang sedang dibuat oleh warga binaan Lapas Cilegon ini sangat ramah lingkungan, juga mudah dibuat dan digunakan. Pembuatan eco enzyme hanya membutuhkan air, gula sebagai sumber karbon, dan sampah organik.
Di samping sebagai cairan pembersih serbaguna, eco enzyme juga dimanfaatkan sebagai penyubur tanaman, pestisida alami, hingga membersihkan air yang tercemar. Eco enzyme mudah terurai, bahkan kandungan pro biotik nya disebut-sebut bermanfaat untuk kesehatan kulit. (*)
Reporter: Raju
Editor : Aas Arbi











