SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang menjamin bahwa stok pangan di Kabupaten Serang aman untuk menghadapi El Nino.
Bahkan, saat ini belum ada lahan pertanian yang terdampak langsung akibat El Nino di Kabupaten Serang.
Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Banten, setidaknya ada lima Kecamatan di Kabuoaten Serang yang terancam kekeringan, yakni Kecamatan Ciomas, Pontang, Lebang Wangi, Tirtayasa, dan Tanara. Daerah tersebut merupakan lumbung pangan bagi Kabupaten Serang.
Kepala DKPP Kanupaten Serang, Suharjo mengatakan, untuk menghadapi El Nino, pihaknya sudah mempersiapkan berbagai peralatan untuk menunjang agar sawah dapat terus teraliri air.
“Untuk ketahanan pangan kita menyiapkan jaringan air dan pompanisasi menuju lahan pertanian milik masyarakat,” katanya saat ditemui di Alun-Alun Kecamatan Kramatwatu, Rabu, 2 Agustus 2023.
Ia bersyukur, sampai saat ini dampak El Nino belum terasa di lima wilayah yang dikabarkan akan terdampak itu. Bahkan, saat ini di wilayah-wilayah tersebut masih dilakukan penanaman padi.
“Di situ kita untuk saat ini masih bisa untuk menanam padi belum kering banget kita masih bisa jalan. Kita perkuat di cadangan pangan seperti di Desa Pontang, Tirtayasa, Tanara kita perkuat lumbung pangan Desanya. Kita juga mempercepat proses tanamnya,” jelasnya.
Selain itu, khusus untuk menghadapi El Nono, pihaknya mendapatkan tugas dari pemerintah pusat untuk melakukan penanaman 1.000 hektare padi.
“Kita diberi tugas oleh Kementerian pertanian untuk menanam 1.000 hektare padi. Saat ini posisi sudah tanaman dan sedang pemupukan itu di dua Kecamatan yaitu Tunjungteja dan Mancak,” jelasnya.
Ia mengatakan, saat ini stok pangan di Kabupaten Serang masih cukup aman. Bahkan target produksi untuk padi sendiri hingga saat ini sudah mencapai 60 persen.
“Untuk produksi kita target itu 573 ribu ton ini kita tercapai hampir 60 persen kita masih kejar terus. Insya Allah untuk pangan kita aman,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga masih memiliki cadangan pangan yang cukup banyak dan baru akan dikeluarkan pada saat kejadian darurat terjadi.
“Kita ada 348 ton untuk beras yang akan dikeluarkan saat pemulihan pasca bencana. Seperti saat Covid, kita bagikan di seluruh wilayah Kabupaten Serang,” tegasnya
P3mkab Swrang, lanjutnya, juga memiliki cadangan pangan alternatif seperti singkong, ubi-ubian, dan jagung. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono











