PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pohon dadap berusia puluhan tahun tumbang menutup badan jalan nasional ruas Pandeglang – Labuan tepatnya di Kampung Mengger, Desa Mandalasari, kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Selasa, 8 Agustus 2023 sekira pukul 17.30 WIB.
Tumbangnya pohon dadap diduga karena sudah mengalami pelapukan ditambah adanya hujan deras disertai angin kencang.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa hanya saja pohon tumbang menimpa kanopi dua ruko, kabel telepon, serta menyebabkan terjadinya kemacetan panjang di ruas jalan tersebut.
Warga Kampung Mengger, Haji Mumu, mengatakan, sebelum pohon Dadap berukuran besar tumbang terjadi hujan deras disertai angin kencang.
“Hujan deras pas waktu Ashar dan pada jam empat sore reda. Namun tiba – tiba pas jam setengah enam itu pohon dadap rumbang melintang ke tengah jalan,” katanya, kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 8 Agustus 2023.
Selain menutup akses jalan, batang pohon dadap juga menimpa kanopi dua ruko. Hingga mengakibatkan ambruk.
“Beruntung tidak ada korban. Waktu kejadian kebetulan jalanan sedang sepi, kalau saja lagi rame pastinya akan menelan korban karena barang pohon sangat besar,” katanya.
Pohon dadap diperkirakan berusia 50 tahunan. Sebab saat dirinya masih kecil pohon dadap lumayan sudah besar.
“Namun memang sebelum tumbang pohon dadap terlihat sudah miring. Dan pas sore tadi hujan deras disertai angin kencang namun pas tumbangnya setelah hujan reda,” katanya.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD dan PK Kabupaten Pandeglang Rian mengaku, pihaknya menerima laporan pohon tumbang sekira pukul 17.30 WIB.
“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar sini. Penyebab tumbang tadi itu ada hujan deras dan kemungkinan pohon itu sudah lapuk,” katanya.
Kondisi pohon sudah lapuk kemudian terjadi hujan deras disertai angin kencang sehingga akarnya itu sudah tidak kuat menopang barang pohon berukuran besar.
“Jadi sudah rapuh banget. Akibat pohon tumbang ini menyebabkan kanopi rusak, dan alhamdulilah tidak ada korban hanya menyebabkan kemacetan doang,” katanya.
Kemacetan terjadi karena batang pohon menutup akses jalan. Kemudian tadi dievakuasi dengan dilakukan pemotongan menggunakan gergaji mesin.
“Proses evaluasi berlangsung satu jam. Untuk kendala banyak salah satunya rantai gergaji mesin putus tapi alhamdulilah semua sudah dapat teratasi dan arus lalu lintas kembali normal,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi










