SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Minimnya sumber investasi di Kota Serang sempat disoroti oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, Budi Rustandi.
Pasalnya, Kota Serang saat ini masih mengandalkan pendapatan dari pajak daerah, yang meliputi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak retribusi, dan lainnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Serang pun diminta agar kreatif dan melakukan inovasi untuk mengundang investor masuk ke Kota Serang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Modal Satu Pintu (DPMPMSP) Kota Serang, Ritadi B Muhsinun mengatakan, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh pihaknya, ada beberapa investasi yang cocok untuk Kota Serang.
Investasi yang cocok tersebut seperti perdagangan dan jasa.
Ritadi menuturkan, perdagangan dan jasa itu seperti perhotelan, mal, hingga perdagangan lainnya.
Sementara, untuk investasi wisata masih terbatas. Salah satunya wisata religi di Banten Lama.
“Wisata gunung dan kebun pun terbatas. Kemudian, untuk investasi industri juga tempatnya terbatas, hanya ada di Kecamatan Kasemen dan Walantaka, luasnya sedikit. Jadi, kalau investasi di Kota Serang itu khusus perdagangan dan jasa seperti mal dan hotel,” ujarnya, Rabu, 9 Agustus 2023.
Ritadi menyebut, investasi di Kota Serang yang menjanjikan adalah investasi perhotelan. Pasalnya, Kota Serang merupakan merupakan Ibukota Provinsi Banten dan letaknya dekat dengan Jakarta.
“Jadi sangat menjanjikan. Karena, itu menjadi fasilitas yang dibutuhkan seiring kemajuan daerah, dan itu menjadi kebutuhan,” katanya.
Kendati demikian, hal tersebut kembali lagi kepada minat para investor untuk berinvestasi di Kota Serang. Karena para investor memiliki perhitungan dan kajian masing-masing, tidak hanya dari Pemkot Serang.
“Kalau misalnya mereka punya kajian, dan mungkin pertimbangannya belum sesuai atau menguntungkan, makanya sampai sekarang belum ada yang masuk,” tuturnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











