BALI, RADARBANTEN.CO.ID – Telkomsel akan memperbaiki dan memperhatikan kualitas sinyal yang masih kurang kencang di sebagian kecil wilayah Banten.
Perbaikan dan pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi seluler di Banten akan dilakukan secara bertahap.
Hal itu disampaikan oleh Vice President Network Service Management Telkomsel Area Jabotabek Jabar Moelky Furqan saat Media Update Telkomsel Area Jabotabek Jabar di Bali, Selasa, 8 Agustus 2023. Hadir pada kesempatan itu Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki H Bramono dan Vice Preaiden Consumer Sales Telkomsel Area Jabotabek Jabar Filin Yulia.
Moelky menuturkan, mengatasi sinyal yang masih kurang bagus, Telkomsel akan meningkatkan pembangunan infrastruktur jaringan hingga pelosok daerah di Banten.
“Network kurang bagus akan diperbaiki. Itu sudah menjadi komitmen kami memperbaiki infrastruktur jaringan,” jelas Moelky.
Ia menilai Banten termasuk daerah berkembang yang perlu di-support jaringan telekomuniksi yang baik. Seperti ada kawasan ekonomi khusus di Tanjung Lesung dan daerah wisata yang potensial untuk berkembang.
“Coverage jaringan akan dimaksimalkan dan dikembangkan di sana. Lebih baik kita mendahului, sebelum didahului,” ungkap Moelky.
Ia menjelaskan, Area Jabotabek Jabar meliputi Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Geografis Area 2 ini 47.365 km yang terdiri atas 41 kabupaten/kota, 825 kecamatan, dan 7.955 kecamatan. Jumlah base transceiver station (BTS) terpasang sebanyak 29 ribu (2G/4G/5G) .
Dengan cakupan area itu, Moelky menyebutkan, mobile broadband coverage sudah 100 persen di wilayah kabupaten/kota, 100 persen di wilayah kecamatan, dan lebih dari 95 persen di kelurahan/desa.
“Nanti coverage semuanya akan 100 persen,” ungkap Moelky.
Sebagai informasi, pada Mei 2023 Telkomsel sudah merampungkan pengalihan atau upgrade layanan jaringan 3G ke 4G/LTE di seluruh wilayah Banten.
Jaringan 4G/LTE kini sudah ada di wilayah Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Serang. Daerah tersebut tingkat digitalisasi berkembang pesat.
Namun demikian, masih ada beberapa wilayah di Banten yang masih blank spot dan dikeluhkan oleh warga. Bahkan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya beberapa waktu lalu menyatakan telah meminta kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mengatasi blank spot atau daerah yang tidak terjangkau jaringan seluler di daerahnya.
Iti menyebut di Lebak masih ada 159 lokasi blank spot. Ia ingin daerah blank spot segera diatasi agar visi menjadikan Kabupaten Lebak sebagai destinasi wisata unggulan nasional berbasis potensi lokal berjalan dengan baik jika didukung oleh jaringan seluler dan internet yang bagus.
Pemkab Serang juga membutuhkan support jaringan internet yang baik di seluruh wilayahnya karena telah meluncurkan pelayanan desa berbasis digital.
Editor: Aas Arbi











