RADARBANTEN.CO.ID-Mahasiswa asal Indonesia yang melanjutkan studi di Jerman tak sepenuhnya lulus. Berdasarkan catatan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman, presentase mahasiswa yang gagal atau drop out sebanyak 28 persen.
“Tiap tahun sesuai data DAAD terdapat 28 persen mahasiswa yang mengalami kegagalan studi hingga drop out,” kata Ketua PPI Jerman, Dimas Fakhri Arsaputra, Selasa 21 Agustus 2023.
Dimas tidak memungkiri kegagalan mahasiswa Indonesia untuk menyelesaikan studi di Jerman karena tingkat kelulusannya yang sulit. Untuk menyelesaikan studi di Jerman, pelajar Indonesia harus terus belajar. “Mengikuti kuliah di Jerman tidak mudah,” ujar Dimas.
Dimas mengapresiasi acara graduation celebration yang dilaksanakan oleh KBRI Jerman. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan yang pertama.
“Pasti senang sekali diacarakan seperti ini oleh Duta Besar, mudah-mudahan menjadi agenda tahunan di KBRI Berlin,” ujar Dimi, pangilan akrab Dimas.
Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman, Arif Havas Oegroseno membenarkan sulitnya menempuh perkuliahan di Jerman. Berdasarkan data Kementrian Pendidikan Jerman ada 40 persen mahasiswa higher education alami kegagalan.
“30 persen mahasiswa higher education di Jerman berasal dari Asia mostly China, hanya 22 persen yang berasal dari mahasiswa Jerman,” kata Arif Havas.
Arif Havas berjanji akan mengagendakan acara yang sama secara periodik dengan mengundang perwakilan dari BUMN untuk hadir dalam acara graduation celebration.
“Dalam kegiatan mendatang, KBRI dapat mengundang perwakilan manajemen beragam BUMN untuk dapat menampung lulusan Jerman sehingga bisa jadi membangun one stream ke pemberi kerja di Indonesia,” tutur Arif Havas.
Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Berlin, Prof. Dr. Ardi Marwan menambahkan, terdapat 43 mahasiswa lulusan program sarjana dan program master di berbagai universitas dan sekolah tinggi di Jerman yang mengikuti kegiatan graduation celebration tersebut.
“Sesuai data, ada 38 lulusan S1 dan 5 lulusan S2 yang ikut dalam kegiatan ini, 23 diantaranya dari uni di Berlin dan lainnya dari kota lainnya seperti Mainz, Darmstadt, Munchen, Aachen, Hannover dan kota lain di Jerman,” kata Ardi.
Ia mengungkapkan, fakultas engineering menjadi favorit bagi mahasiswa Indonesia di Jerman, baik electrical, energy and process, industrial, psyhical, mechanical juga civil engineering. “Yang favorit bagi mahasiswa kita tetap fakultas engineering,” tutur Ardi. (*)
Reporter: Fahmi
Editor: Agung S Pambudi











