SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Data penambahan baru HIV/ AIDS di Kabupaten Serang sejak Januari-Juli 2023 cukup tinggi.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, selama enam bulan tersebut ada 95 kasus baru HIV/AIDS. Itu diketahui setelah dilakukan tes HIV di sejumlah fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) di Kabupaten Serang.
Dari 95 kasus baru HIV/AIDS itu, dua di antaranya meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Serang, Istianah Hariyanti mengatakan, selama beberapa tahun terakhir kasus HIV/AIDS selalu didominasi oleh perilaku seks menyimpang.
“Beberapa tahun ini kecenderungan peningkatan kasus pada LSL (Lelaki Seks Lelaki). Dari data terbukti jika kasus seksual yang menyimpang ini meningkatkan risiko tertular HIV,” katanya, Kamis 24 Agustus 2023
Bahkan, lanjut Hariyanti, dari 95 jumlah kasus baru pada tahun ini, didominasi oleh perilaku LSL.
“Paling terbanyak itu ditemukan pada kelompok kunci yaitu LSL ada 54 yang positif HIV. Lalu 31 normal seks,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menemukan adanya penemuan kasus dari ibu yang sedang hamil dan juga ada satu anak yang mengidap HIV.
“Kita juga menemukan empat kasus pada ibu hamil, kalau dua kasus TB Paru, pasangan berisiko tinggi satu kasus, pelanggan satu kasus, wanita pekerja seks satu kasus, dan yang kita sedih ada satu anak yang kita temukan positif HIV,” jelasnya.
Umumnya, kasus HIV/AIDS sendiri banyak menyerang usia produktif. Hal itu tentunya sangat memperihatinkan.
“Penukaran HIV itu dari hubungan seksual. Selain itu dari pengguna narkoba jarum suntik dan juga ada dari ibu hamil ke anaknya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia pun mengajak kepada masyarakat untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS, yakni dengan tidak melakukan seks bebas, setia dengan pasangan, menggunakan kondom ketika berhubungan seks, dan jangan menggunakan narkoba apalagi yang disuntik.
Ia pun mengajak kepada masyarakat untuk waspada dan mengawasi terhadap pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai mereka salah bergaul dan memiliki kecenderungan kelainan seksual.
“Waspadai kecenderungan penyimpangan seksual pada anak-anak, tetangga ataupun lingkungan sekitar kita. Makin ke sini, komunitas LSL makin meningkat, jadi harus lihat kalau ada masyarakat yang perilaku seksualnya menyimpang, nah itu harus waspada,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono











